Normantis Update

Kemayu – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

KEMAYU
Karya: Sujiwo Tejo

Indonesia ini selain banyak nyamuk juga banyak kebelumtentuan. Seorang panglima besar belum tentu negarawan dan seorang perempuan cantik belum tentu kemayu.

Apa itu kemayu?

Oke, karena setiap warga negara berhak atas penghidupan yang layak, maka berhak pula memperoleh pengetahuan tentangapa itu kemayu.

Salah satu ciri perempuan kemayu gerak badannya itu lho…gerak badannya… Seluruh gerakan itu sekecil apa pun berlintasan kurva nonlinear. Gampangnya, linear adalah garis terpendek antara dua titik yang terpisah. Dari sini mudah dikhayalkan laksana apakah gerak lengan, bahu sampai bibir para perempuan kemayu.

Tentu jelas sudah kurva itu tidak lurus-lurus seperti seperti umumnya laporan statistik. Menurut saya grafis tentang keadaan ekonomi maupun kepopuleran tokoh-tokoh politik kita saat ini kurvanya kurang kemayu. Kurang meliuk.

Awas. Meliuk lho ya. Bukan meliuk-liuk. Beda. Meliuk-liuk itu genit. Meliuk..nah itu kemayu.

Memang, ayu bukan cuma departemennya manusia. Dawet pun bisa ayu. Yang tak bisa dimiliki minuman khas dari Purbalingga itu adalah kata bentukan dari ayu, yaitu kemayu. Sedangkan kaum bukan dawet mestinya bisa kemayu. Sayangnya kini ada gejala mereka terlalu lupa untuk memilikinya.

Lihatlah sekarang… Jangankan salon kemayu… Wong salon keayuan saja ndak ada. Seluruh yang ada cuma salon kecantikan.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

%d bloggers like this: