Normantis Update

Janin – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

JANIN
Karya: Sujiwo Tejo

Di negeri #Jancukers mobil kepresidenan mengalah terhadap mobil yang mengangkut perempuan mau melahirkan. Siapa pun perempuan itu, pakai tas Hermes maupun tas kresek.

Sah-sah saja kita ikut-ikutan kementerian yang meremehkan orang ber-TOEFL kurang dari 600. Tapi jangan sekali-sekali meremehkan perempuan mau melahirkan.

Jas merah, kata Bung Karno. Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Iasmeteng, kataku. Jangan sekali-sekali meremehkan orang meteng alias bunting. Dalam laut dapat diduga, dalam kandungan siapa tahu. Itu prinsip dasar yang kami anut. Siapa tahu calon bayi itu kelak menjadi presiden. jangan mengekor Amerika yang cuma menghargai mantan-mantan presidennya sehingga seluruh mantan pemimpin mereka tetap dipanggil Mr. Presiden.

Negeri #Jancukers entah takut entah tidak pada Amerika yang jelas bukan pengekor Amerika. Brutunya saja juga tidak. Kami menghargai para mantan presiden. Tapi kami pun sangat menghargai calon-calon presiden.

Problemnya, tak seorang pun termasuk paranormalis Permadi bisa menduga siapa calon bayi yang kelak menjadi presiden.

Ini tidak luar biasa. Pada zamannya, siapa sanggup menyangka bahwa janin Soekarno kelak menjadi presiden. Begitu juga janin Soeharto, Habibie, Megawati, Gus Dur sampai SBY, dan penggantinya.

Pada kasus bayi mana pun, bidan maupun dukun bayi secara umum paling banter cuma bisa mengira-ngira apa letak janin itu normal atau sungsang. Mengira-ngira siapa sesungguhnya bapak si bayi saja kadang mereka nggak bakal sanggup.

Siapa pula bisa main tebak bahwa janin Ken Arok pada kelaknya akan memergoki kinclong cahaya dari tubuh Ken Dedes lalu menggantikan Tunggul Ametung?

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,699 other followers

%d bloggers like this: