Normantis Update

Skandal Jepit – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

SKANDAL JEPIT
Karya: Sujiwo Tejo

Jangan meremehkan aksara, walau cuma satu. Hanya ketambahan huruf “i”, maka yahud yang semula berarti hebat drastis berubahlah menjadi pelit. Pernah dengar Yahudi, ‘kan? Begitu juga sandal. Cuma ketambahan aksara “k”, maka sandal dan skandal tak bisa dibandingkan lagi. Sandal jepit itu soal 5 tahun penjara, entah kalau skandal Century.

Mengapa jauh berbeda bumi dan langit antara kasus pencurian sandal dan tragedi perbankan? Penyebabnya, mungkin, sandal jepit itu hak ikhwal kalangan bawah, yaitu kaki. Soal Bank Century sudah menyangkut urusan para kepala.

Tapi benarkah pembusukan selalu dimulai dari kepala seperti dikatakan banyak pengamat?

Ah, itu ‘kan kalau kita memakai pengandaian ikan. Tidak relevan. Indonesia bukan Negara Maritim kok, meski sebagian besar pekarangan kita, menurut Koes Plus, adalah kolam susu.

Nelayan-nelayan Malaysia dan Taiwan telah lama mengambili ikan-ikan dan kesehatan kita. Sampai-sampai para pesebakbola tidak sanggup lagi mengajak kita sehat dengan mengonsumsi ikan. Mereka beralih mempromosikan sosis sapi, binatang yang jangankan diving, berenang di laut pun tak pernah.

Yang keukeuh bahwa Indonesia negara kelautan paling cuma ahli sejarah kelautan almarhum Prof. Adrian Benhard Lapian dan mendiang novelis Pramoedya Ananta Toer. Orang-orang sekarang malah memaki-maki laut. Kalau marah, umpatan mereka: “ke laut aja lo!”.

Kalau memang kita Negara Maritim, seyogianya umpatan itu bukan “ke laut aja lo!” tapi “ke pengadilan aja lo!” atau “ke kejaksaan aja lo!” atau “ke kementerian agama aja lo!” ….atau kemana pun saja tempat buaya darat biasa hidup. Poinnya bukan lembaga-lembaga itu. Yang penting makilah daratan. jangan memaki samudra.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,699 other followers

%d bloggers like this: