Normantis Update

Rokok – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

ROKOK
Karya: Sujiwo Tejo

Orang antirokok itu macam-macam. Ada yang antinya anti sama sekali. Orang seperti ini mirip mereka yang anti sama sekali berita politik. Koran atau televisi politik bukan saja ditutupnya, tapi ia matikan semua itu sambil marah-marah.

Ada yang antirokoknya setengah-setengah. Mereka tak mengisap, tapi tak keberatan orang-orang lain klepas-klepus berkemelut di sekitarnya. Bolehlah orang seperti ini diibaratkan mereka yang maniak infotainmen dan sinetron di televisi, tapi tak sampai muntah-muntah kalau pas makan restorannya nyetel teve politik.

Mungkin ia pikir, ah pasti para pelayan sedang di puncak sibuk sampai lupa memindahkan tevenya dari saluran politik. Itulah keadaan belalang di lain ladang.

Lain pula di negeri #Jancukers. Di negeri ini semua tempat adalah smoking area sebab asap rokok bisa ngeles dari hidung bukan perokok.

Itulah prestasi kerja sama para ahli kimia, ahli politik, dan ahli psikologi. Bermula dari obrolan mereka bertiga di sebuah kafe. Si ahli politik bilang, kalau pejabat saja sekarang banyak yang ngeles dari tanggung jawabnya, kenapa tak dapat digagas asap rokok dengan kepiawaian ngeles juga.

Alasannya, baik rokok dan pejabat dua-duanya sama, yaitu membahayakan bagi kesehatan. Bedanya, bungkus rokok diberi warning risiko rokok terhadap kanker, serangan jantung, dan lain-lain.

Bungkus pejabat, yaitu baju, tepatnya di bawah lencana, tak ada sematan warning bahwa korupsi bisa menyebabkan masyarakat stres sehingga kena kanker, serangan jantung, impotensi, dan lain-lain..

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

%d bloggers like this: