Normantis Update

Motivancuk – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

@cocbsepa: Kata yang berakbiran “tor” itu umumnya punya konotasi negatif, Mbah.

Berarti akun ini sekarang lebih sering mendengar kata “koruptor” ketimbang kata berakhiran “tor” yang positif semacam generator, elevator, dan proklamator. Bahkan mungkin di kancah nasional ia sudah lama tidak melihat tarian Tor Tor.

@Aditdrum: Wis, gak usab aneh-aneh tha Mbah…

Berarti, bagi akun ini, yang aneh-aneh bukan saja anak kecil mencuri sandal dapat hukuman berat. Sosok motivator baginya juga aneh. Padahal, bagi saya, meski agak aneh, motivator tidak seaneh makan rujak cingur, tapi kerupuknya pakai rempeyek.

@PoliTikoes: senyummu bukan berjenis senyum motivator Mbah

O, kalau begitu ini bukan soal aneh atau tidaknya profesi pemberi motivasi. Senyum saya dianggap tidak sesuai dengan semangat pasar. Mungkin, lho. Mungkin keterusterangan saya dianggap tak sesuai dengan keramahan modern, yaitu keramahan seiring selera pasar. Padahal motivator ada kan karena ada pasar berupa orang-orang yang kehilangan motivasi.

Tapi, pertanyaannya, kalau pasar tradisional makin ilang kumandange yang marak justu pasar berupa orang-orang yang kehilangan motivasi sebenarnya siapa yang salah? Proklamator?

@ Sinatryaa: Motivator yang salah… Coba nggak ada motivator, kan gak kelihatan kita kehilangan motivasi.

Heuheuheu… Logika yang menarik, walau saya tak yakin bahwa para motivator hadir lebih dulu lalu kita hilang motivasi. Mungkin mereka hadir lalu ada ketergantungan di kalangan masyarakat. Dan selanjutnya kita tampak jadi orang-orang kehilangan gairah hidup yang untuk bermotivasi pun harus dirangsang-rangsang.

Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan para motivator di China, kalau ada, kok hingga begitu dahsyatnya motivasi rakyat China untuk berproduksi. Rakyat China tak cuma membuat barang-barang yang kerap kita lihat di pasaran seperti sepeda motor dan kain-kain.

Sebagai orang yang hobi juga main-main di dunia musik, saya akhirnya tahu juga bahwa rakyat China juga bikin cello Ren Wei Shi, Samuel Shen dan Xue Chang Sun dengan model-model cello Jerman. Mereka juga bikin akordeon Baile. Waduh.

Jadi, masih tak bolehkah saya nekat menjadi motivator agar semangat rakyat China itu menular?

@anakbukik: Lebih baik jadi ”provokator” seperti sekarang. Lebih rnerakyat, tanpa pencitraan

Waduh. Heuheuheuheuheu….Begitulah reaksi orang-orang dalam Republik #Jancakers. Mungkin motivator bisa juga merakyat asal sebutannya diubah menjadi motivancuk.

Sujiwo Tejo
Buku: Republik #Jancukers
Penerbit: Kompas

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.679 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: