Normantis Update

Jomblo Ateis Jodohnya di Tangan Siapa? – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

JOMBLO
Karya: Sujiwo Tejo

Di negeri #Jancukers setiap jomblo diberi pasangan part timer oleh negara. Semoga sudah jelas dari situ bahwa negeri #Jancukers tak cuma memelihara fakir miskin dan anak-anak telantar. Kaum jomblo termasuk bagian yang paling sah untuk diperhatikan.

Andai mereka, kaum jomblo itu, ber-Tuhan, masih lumayan. Mereka akan bilang bahwa jodoh di tangan Tuhan. Lha, yang ateis jodohnya di tangan siapa?

Maka daripada sibuk korupsi, kementerian agama seyogianya lebih sibuk memperhatikan kaum ateis.

Ateis lebih tepatnya adalah orang-orang yang mengaku beragama dan bertuhan, tapi tindakannya korup. Mereka tidak benar-benar ber-Tuhan. Mereka mengaku menuhankan Allah atau dengan apa pun mereka memberi nama, tapi sejatinya mereka Tuhankan duit. Duit itu berbentuk. Padahal, konon, Tuhan tidak berbentuk.

Dulu, Waktu zaman Pak Harto ada sebutan OTB, Organisasi Tanpa Bentuk. Tapi itu hanya tinggal julukan. Pada dasarnya mereka berbentuk juga, seperti fulus. Tak ada yang tanpa bentuk. Bahkan amuba juga berbentuk meski bentuknya tidak berbentuk.

Karena semuanya punya bentuk, maka jelas sudah semuanya bukan Tuhan.

Bahkan, memuja dollar AS juga termasuk memuja selain Tuhan meski pada uang tersebut jelas-jelas tertera ikrar “In God We Trust”.

Saya tidak tahu apakah dalam “apel Washington”, istilah yang terkuak dari kasus korupsi Wisma Atlet, juga terdapat tulisan “In God We Trust”.

Mungkin saja ada logo begitu meski tak persis-persis sama. Kalau tidak, kenapa pula dibedakan dengan ungkapan “apel malang” dalam kasus korupsi yang sama.

Yang jelas, “apel Malang” maupun “apel Washington” pada dasarnya bukanlah durian maupun Cicak maupun buaya. Dua-duanya pada dasarnya adalah apel. Suatu buah, yang atas dasar itu manusia terusir dari sorga…yang atas dasar itu manusia sampai ter… Ah biar Steve jobs sendirilah yang menjelaskan.

Tugas saya bukan menjelaskan alam semesta apalagi sambil memberi banyak job seperti Steve jobs. Mana mampu. Seluruh tugas saya hanya bercita-cita, bahwa di negeri ini sebaiknya kaum jomblo masih akan mengatakan bahwa jodoh ada di tangan Tuhan, bukan di tangan penghulu nikah, atau tangan siapa pun yang mendefinisikan dirinya sebagai wakil Tuhan.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

%d bloggers like this: