Normantis Update

Jembatan Madusura – Cerpen Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

JEMBATAN MADUSURA
Karya: Sujiwo Tejo

Pagi itu tidak ada ombak tidak ada angin, Raja Mandura, Prabu Baladewa, ngamuk-ngamuk. Matanya yang dari zaman Pak Aburizal Bakrie belum turun tanah memang sudah mendelik, sekarang malah tambah melotot. Tampak lebih mendidih daripada lumpur Lapindo.

Ponokawan Gareng pontang-panting lapor pada Prabu Kresna. Dia tahu betul Baladewa takut bin takluk binti nurut hanya pada adik kesayangannya, yaitu Kresna. Ibarat Prabu Baladewa itu rata-rata pejabat negeri ini, nah, Prabu Kresna itu rata-rata istri mereka. Laporkan saja segala sesuatu tentang Baladewa pada Kresna. Semua bakal beres ….. Enak to, manteb to ….

“Aduh, Bos, Sang Prabu Titisan Batara Wisnu, the Real My Boss ….” Gareng begitu sampai langsung bersimpuh, ndeprok, curhat-curhat di hadapan Kresna. Tapi, si Bos Kresna alias Prabu Madusudana bukannya ngadem-adem kakak Petruk itu, malah nyolong kesempatan buat menguji.

“Kok, waktu Bima ngamuk-ngamuk pas partai anaknya kalah di wilayah Kikis Tunggorono, Kang Gareng diem? Kok, waktu Gatutkaca ngamuk punggung pas di televisi ada pementasan ketoprak operasi penangkapan pelaku teror, Kang Gareng juga diem?”
“Soale, pas Ndoro Bima-Gatutkaca marah, marahnya, kan, pake alasan. DPT pemilu ndak becus. Ndoro Bima marah-marah. Kuku Bima diacung-acungkan terus sampai para perempuan tunggang langgang colong playu”. Pementasan ketoprak operasi penangkapan teroris naskahnya kurang bagus. Putrane Bima, Ndoro Gatutkaca, mencak-mencak. Masih ,kentara kalau operasi itu cuma buat nyeneng-nyenengno negeri seberang yang ngasih bantuan dana dan senjata. Biar kelihatannya duit dan senjatane kepake …. Lha, Prabu Baladewa moring-moring sebabnya apa? Ndak ada.”

…. Bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap …..
Mendadak mata Prabu Kresna alias Harimurti mengandung sorot Batara Wisnu sang Pemelihara Harmoni Dunia …. Ooo Di atas langit ada langit. Gareng alias Pancal Pamor boleh menepuk diri sebagai ponokawan yang paling pandai beranalisis dan paling awas. Matanya yang juling menyimbolkan mata yang bisa menerawang seantero jagat. Tapi, ternyata masih kalah dibanding mata empat kiblat sang Wisnu.

Wisnu seakan bersabda, “Hai Gareng, tidakkah kau tahu, tak ada satu pun peristiwa di muka bumi yang dapat terjadi tanpa penyebab, termasuk kenapa Ahmad Dhani nikah siri ambek Mulan. Dan, penyebab itu tak pernah tunggal. Selalu jamak. Tidakkah kau melihat, sejatinya kemarahan Baladewa ada landasannya. Diam-diam beliau tidak terima orang-orang Madura yang punya talenta menjadi menteri perdagangan besi bekas dituduh sebagai biang kerok moksa dan murcanya besi-besi Jembatan Suramadu.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,710 other followers

%d bloggers like this: