Normantis Update

Lelaki Ke-1000 di Ranjangku – Cerpen Cak Nun

Karya: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)

Tetapi, tak lama. Setidaknya begitu kurasakan. Dalam remang sakit batinku terdengar ketukan di pintu. ”Nia! Nia! Bangun! Ada tamu!” Aku tergerap dan meloncat dari ranjang. Itu suara Oom Jiman, germo bosku, lelaki yang paling beruntung di dunia, tuan tanah yang kaya-raya dan berkuasa penuh atas sawah-sawahnya yang menyediakan sawah-sawah itu untuk disingkal, disingkal, disingkal, kapan saja ia mau.

Kubuka pintu dan tersenyum. Lihat, aku tersenyum inilah kemampuan dahsyat yang membuatku laris. Kulirik jam: 8.35 WIB. Gusti Allah, siapa gerangan lelaki yang di pagi buta begini sudah hendak beli sarapan? Kupandang tamuku itu: lelaki setengah tua gendut rapi dan berwajah pemabuk. Tak ada yang menarik. Tapi, kuladeni juga seperti Ken Dedes meladeni Ken Arok. Masih sangat ngantuk dan tidur masih kuat menjadi bagian dari diriku. Tapi, kuladeni. juga lelaki berikutnya dan berikutnya lagi. Mas-mas yang budiman, kenapa tak berbagi hasrat kepada sahabat-sahabatku di kamar lain, sesekali, meskipun sebagai sawah mereka kurang indah. Kurang liat dan kenyal? Aku sesungguhnya bukanlah perampas ekonomi mereka.

Namun, hari ini memang hari besar bagiku. Di sore hari, dalam tubuh dan jiwa lungkrahku, sampailah aku di pelukan lelaki ke-1.000 di ranjangku. Anak muda yang menarik, pakai jeans dan bawa tustel. Kelihatannya ini pegawai surat kabar. ”Mau memfoto aku bugil, kan?” kucoba melangkahi maksudnya.

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.777 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: