Normantis Update

Lelaki Ke-1000 di Ranjangku – Cerpen Cak Nun

Karya: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)

”Kaupantas jadi bintang Elm!” ratusan lelaki memujiku. Dan, mendengar itu selalu aku ingin berak.
”Mau jadi istriku?” rayunya.
”Kau yang jadi istriku, aku suamimu!” jawabku.
”Aku tidak mengerti…”
”Lelaki tak pernah mengerti!”
”Tidak semua, Nia.”
”Ya Tidak semua. Jika lelaki ialah perempuan, maka ia bisa mengerti?”
”Aduh Perempuan selalu membingungkan…”
”Lelaki selalu membunuh perlahan-lahan.”

Kalau sudah begitu mereka biasanya lantas putus asa dan cepat-cepat saja menggulatiku seperti monyet makan mangga. Tak ada bedanya. Semua yang mendatangiku adalah monyet-monyet. Baik ia sopir, pelaut, guru, pengusaha, mahasiswa, seniman, gali, penjudi, dosen, makelar, peternak, tuan tanah, pelayan, lurah, camat, jagal, pegawai, bandar, germo, botoh maupun bupati. Beberapa di antara mereka yang putus asa hidupnya, agak sedikit lebih baik. Yang lainnya menumpahkan segala dosa dan kehinaan di wajahku.

Jadi, buat apa kupikirkan monyet-monyet? Sekarang: tidur, tidur.. . . Tidur lebih baik dari segala sesuatu. Kalau saja ada tidur yang terbebas dari kenyang dan lapar. Kalau saja ada kamar, sekecil apa pun, yang memberiku tidur yang sekekal-kekalnya.. ..

Aku tersentak tiba-tiba oleh suara azan yang keras. Masjid hanya seratus meter dari tempatku ini. jadi, ini sudah pagi? Dan, aku belum tidur sekejap pun? Kuraih pil tidur di meja dan kutelan. Suara azan terus mengalun dan mengejekku. Dalam warna Warni yang malang melintang di mataku, akhirnya aku lenyap ke dalam mimpi buruk. Mimpi seburuk-buruknya, yang bahkan tak pernah dialami oleh setan maupun malaikat.

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.777 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: