Normantis Update

Lelaki Ke-1000 di Ranjangku – Cerpen Cak Nun

Karya: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)

Akan tetapi, kata orang: lni zaman perubahan, anak dan orangtua tak akan bisa dipertemukan. Maka, akhirnya kutempuhlah riwayat paling buruk dengan orangtuaku. Kami lari. Aku berbahagia sebentar, sampai akhirnya perlahan-lahan tiba saat kehidupan ini menunjukkan kuku-kukunya yang asli. Suamiku napasnya pendek. Keramahannya terhadapku singkat urnljgnya dan makin surut. Dan, sederhana saja, belakangan bahwa ia mulai bermain dengan sekian perempuan lagi, dan ia tampak bergembira karena itu.

Teranglah sudah. Tak bisa kukuasai lukaku, tak bisa kurumuskan semualitu dengan pikiranku, dan untuk kembali ke orangtua aku amat sangat merasa dosa dan malu. Dan, untuk terperosok ke karierku yang baru ini, adalah kejadian yang sesepele orang beli rokok, meskipun untuk itu aku kemudian hijrah ke kota yang jauh dari daerah kelahiranku. Soal surat menyurat resmi? Sangat gampang dibereskan. Dan, orangtuaku bukan keluarga yang cukup. Dengan kukirimi uang rutin, mulut mereka terkatup, meskipun ingatan tentang mereka merupakan siksaan sendiri bagiku. Janganlah persoalkan hal-hal sepele seperti itu. Bahkan di sini banyak kawan-kawanku yang memang sengaja dijual oleh suaminya, serta banyak contoh lain di antara puluhan ribu sahabat-sahabatku di kota ini.

”Kenapa kaubisa sampai di sini, Nia?” banyak sekali lelaki menanyakan seperti ini. Dan, jawabanku sudah kufotokopi ratusan lembar. Sebab aku tahu tak ada pertanyaan lelaki yang mendalam. Mereka hanya mesin dari nafsunya, dan untuk hal-hal yang berbau Cinta, kulayani mereka cukup dengan kertas-kertas loakan. Cinta itu tak ada. Karena itu, ia terlalu banyak dibicarakan.

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.777 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: