Normantis Update

Elang Laut – Puisi Asrul Sani

Karya: Asrul Sani

ELANG LAUT
Karya: Asrul Sani

Ada elang luat terbang
sneja hari
antara jingga dan merah
surya hendak turun
pergi ke sarangnya.
Apakah ia tahu juga
bahwa panggilan cinta
tiada ditahan kabut
yang menguap pagi hari?
Bunyinya menguak suram
lambat-lambat
mendekat, ke atas runjam
karang putih
makin nyata.
Sekali ini jemu dan keringat
tiada akan punya daya
tapi topan tiada mau
dan mengbus ke alam luas.
Jatuh elang laut
ke air biru, tenggelam
dan tiada timbul lagi.
Rumahnya di gunung kelabu
akan terus sunyi.
Satu-satu akan jatuh membangkai
ke bumi, bayi-bayi kecil tiada
bersuara.
Hanya anjing,
malam hari meraung menyalak bulan
yang melengkung sunyi.
Suaranya melandai
turun ke pantai.
Jika segala
senyap pula,
berkata pemukat tua:
“Anjing meratapi orang mati!”
Elang laut telah
hilang ke lunas kelam
topan tiada bertanya
hendak ke mana dia.
Dan makhluk kecil
yang mambangkai di bawah
pohon eru, tiada pula akan
berkata:
“Ibu kami tiada pulang.”

Jakarta, 4 Mei 1948
Asrul Sani
Gelanggang/ Siasat (1948)

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

%d bloggers like this: