Normantis Update

Keputusaasaan Kartini – Pramoedya Ananta Toer

Karya: Pramoedya Ananta Toer

KEPUTUSASAAN KARTINI
(Dialog Kommer kepada Nyai Ontosoroh & Minke)
Karya: Pramoedya Ananta Toer

Mari aku ceritai. Baru-baru ini orang-orang atasan pada ribut membicarakan surat Kartini, yang untuk kesekian kalinya dibacakan di depan sidang Liga Anti Maksiat di Nederland. Ia membicarakan indahnya jaman modern di Eropa, yang diketahuinya hanya dari tangan ke sekian. Tetapi di Hindia ini hanya malam saja yang ada. Jangankan jaman modern, setitik sinar pun tiada nampak. Pribumi odup dalam gelap-gelita. Karena ketidaktahuannya, mereka banyak melakukan kebodohan yang menertawakan. Satu baris suratnya, sejauh yang kudengar dari kata orang: betapa senangnya bila orang bisa tidur entah sampai berapa lama, dan bangun-bangun jaman modern telah tiba. Nah, Nyai, banyak orang menafsirkan, baris yang hanya sebuah itu sebagai pernyataan putus-asa. Menurut pendapatku sendiri: ia memang sudah putus-asa.

Kartini putus-asa, tak tahu apa harus ia perbuat untuk bangsanya. Maka dia merasa lelah karena terlalu banyak melihat pada penderitaannya saja, ia mendambakan tidur, kemudian ikut menikmati jaman modern yang cerah setelah bangun. Jaman modern bukan dibangunkan dalam tidur dengan impian.

Pramoedya Ananta Toer
Buku: Anak Semua Bangsa (Buku ketiga dalam “Tetralogi Buru” Pramoedya Ananta Toer)
Penerbit: Lentera Dipantara

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

%d bloggers like this: