Normantis Update

Anak Seorang Penyair – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

ANAK SEORANG PENYAIR
Karya: Norman Adi Satria

“Nak, membacakan puisi
tak perlu melulu bergelora.
Bacalah seperti biasa
namun dengan sepenuh jiwa.
Karena pendengar puisi
bukanlah telinga
namun hati.”
kata seorang penyair
kepada anaknya
yang akan membacakan
puisi gubahannya
dalam sebuah lomba.

Anak itu berdiri di pentas
menggenggam sehelai kertas
dan mulai membaca
dengan sangat biasa,
peserta lain menertawainya.

Waktu berlalu
hingga tibalah pengumuman pemenang,
dan nama anak itu
tak masuk dalam daftar.

“Ayah, seharusnya
aku membacakannya
dengan bergelora.”
rengek anak itu,
menyalahkan ayahnya.

“Nak, lihatlah
para pemenang itu.
Mereka dengan bangga
menggenggam piala
di tangannya
namun membuang begitu saja
selembar puisi yang memenangkannya.
Membiarkannya berserakan di lantai
dan terinjak kasut
bercampur kotoran.”

“Namun kau anakku,
tak menggenggam piala
tapi masih menggenggam puisi.
Kau pemenang sesungguhnya
yang pulang dengan sebuah pembuktian
bahwa kau tak perlu piala
karena kau memiliki puisi
yang akan kau baca berulang kali
di dalam sunyi
dalam perenungan hati.”
kata penyair itu
mengajak anaknya pulang
dengan harga diri.

Bekasi, 8 Oktober 2013
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: