Iklan
Normantis Update

Sajak Pit-Pitan – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

PIT-PITAN
Karya: Norman Adi Satria

“Pit-pitan, yuh!”
kata teman saya
di balik gerbang masa kecil,
mengajak mengayuh
pit alias sepeda.

Sampai hari ini
kata-kata itu selalu
menjadi pembuka
dalam tiap tutur kata
kami berdua.

Ada sisi kenang
yang enggan hilang
ketika sama-sama masih kecil.
Bagaimana nikmatnya bersepeda.
Bagaimana nikmatnya berkeringat.
Dan bagaimana nikmatnya makan serabi hangat-hangat
ketika sejenak beristirahat.

“Pitku wis didol.”
sulit mengatakan ini,
bahwa saya tidak bisa ikut pit-pitan
lantaran sepeda kesayangan
sudah dijual demi biaya pendidikan.
Bapak sudah habis-habisan
dan harta yang tersisa hanyalah sepeda saya
yang seharga sebulan iuran sekolah.

“Bapak bilang, ilmu adalah sepeda
yang akan membawaku ke masa depan.
Yo wis, sepeda itu aku relakan
demi sepeda yang tak kelihatan.
Mungkin kali ini aku ndak ikut pit-pitan.”
kata saya penuh penyesalan.

“Hus, ayo pit-pitan!
Selama kita masih bisa boncengan.”
jawab teman saya menawarkan bangku depan.

Beberapa saat kemudian
kami sudah melaju di jalanan
menuju masa depan.

Jakarta, 25 Oktober 2013
Norman Adi Satria

TERJEMAHAN:
Pit (bahasa Jawa): Sepeda
Pit-pitan (bahasa Jawa): Berkeliling menaiki sepeda
Pitku wis didol (bahasa Jawa): Sepedaku sudah dijual

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 5.019 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: