Normantis Update

Puting Ibu – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

PUTING IBU
Karya: Norman Adi Satria

Bocah kecil
dalam masa lalu itu
ditimangnya,nyaris tidur.
Udara siang yang mendung
mengundang semilir angin
sekaligus kantuk.

“Jangan tidur dulu, Nak,
kau belum minum susumu.”
Kata Ibu, merasakan
putingnya kian keras.

Bibir bayi dan puting ibu
selalu punya koneksi.
Bila bayi lapar,
puting ibu selalu mengeras.
Lalu ditetekinya hingga lelap,
dan dibaringkan di kasur empuk
atau ayunan kain di gawangan pintu.

Setelah besar,
anak itu lupa pada puting ibunya.

Di perantauan
yang menuntut perjuangan,
perjuangan yang tak selalu berbuah keberhasilan,
anak itu jadi seorang yang kelaparan.

Namun seorang perantau
tak akan pernah mau
ibunya tahu
dia tengah dalam kesusahan.

Sedangkan di kampung halaman
ibunya diam-diam menangis,
“Pulanglah, Nak. Ibu tahu kau kelaparan.”

Putingnya membatu.

Bekasi, 10 Desember 2013
Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.754 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: