Normantis Update

Kucing Hitam – Puisi Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

KUCING HITAM
Karya: Joko Pinurbo

Kucing hitam yang ia pelihara dengan kasih sayang
kini sudah besar dan buas.
Tiap malam dihisapnya darah lelaki perkasa itu
seperti mangsa yang pelan-pelan harus dihabiskan.

“Jangan anggap lagi aku si manis yang mudah terbuai
oleh belaianmu, hai lelaki malang.
Sekarang akulah yang berkuasa di ranjang.”

Lelaki perkasa itu sudah renta dan sakit-sakitan.
Tubuhnya makin hari makin kurus, sementara kucing hitam
yang bertahun-tahun disayangnya makin gemuk saja
dan sekarang sudah sebesar singa dan ngeongnya
sungguh sangat mengerikan.

Si tua yang penyabar itu lama-lama geram juga.
Tiap malam si hitam gemuk mengobrak-abrik ranjangnya
dan melukai tidurnya.

“Sebaiknya kita duel saja,” si kurus menantang.
“Boleh,” jawab si gemuk hitam. “Nanti
tulang-belulangmu kulahap sekalian.”

“Ayo kita tempur!”
“Ayo kita hancur!
“Jahanam besar kau!”
“Jerangkong hidup kau!”

Parah. Tubuh lelaki itu telah berwarna merah,
wajahnya bersimbah darah. Gemetaran ia berdiri
dan diangkatnya kedua tangannya tinggi-tinggi.
“Hore, aku menang!” teriaknya lantang, lalu disepaknya
bangkai kucing maut itu berulang-ulang. “Jahanam besar kau!”

2000
Joko Pinurbo

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: