Normantis Update

Patung (The Statue) – Kahlil Gibran

Karya: Kahlil Gibran

PATUNG
Karya: Kahlil Gibran

Pada suatu masa hiduplah seorang lelaki di sebuah bukit. Di depan pintu rumahnya terletak sebuah patung hasil pahatan seorang pematung. Walau patung itu terletak di depan pintu rumahnya, namun lelaki itu tidak merasa terganggu.

Suatu hari seorang dari kota melewati rumah itu. Lelaki itu kagum pada patung yang ada di depan pintu rumah tersebut. Lalu ia menanyakan apakah pemiliknya mau menjualnya.

Si pemilik patung tertawa dan berkata, “Siapa yang ingin membeli batu yang kumuh dan jelek?”

Laki-laki dari kota itu berkata, “Akan kuberi kau sekeping perak sebagai ganti patung itu.”

Lelaki yang hidup di bukit itu merasa senang dengan tawaran itu.

Kemudian patung itu dipindahkan ke kota dengan diangkat oleh seekor gajah. Setelah beberapa bulan, lelaki dari bukit berkunjung ke kota. Ketika sedang berjalan-jalan menikmati keindahan kota, ia melihat orang berkerumun di depan sebuah toko. Seorang laki-laki dengan suara keras berteriak, “Masuklah ke dalam dan lihatlah patung paling indah di seluruh dunia. Kalian cukup membayar dua keping perak untuk melihat karya besar seorang pemahat ulung.”

Kemudian laki-laki dari bukit itu membayar dua keping dan memasuki toko tersebut untuk melihat patung yang dulu dijualnya dengan harga satu keping perak.

Kahlil Gibran
Buku: Sang Pengelana (1932) – Kahlil Gibran


THE STATUE
By: Kahlil Gibran

Once there lived a man among the hills who possessed a statue wrought by an ancient master. It lay at his door face downward and he was not mindful of it.

One day there passed by his house a man from the city, a man of knowledge, and seeing the statue he inquired of the owner if he would sell it.

The owner laughed and said, “And pray who would want to buy that dull and dirty stone?”

The man from the city said, “I will give you this piece of silver for it.”

And the other man was astonished and delighted.

The statue was removed to the city, upon the back of and elephant. And after many moons the man from the hills visited the city, and as he walked the streets he saw a crowd before a shop, and a man with a loud voice was crying, “Come ye in and behold the most beautiful, the most wonderful statue in all the world. Only two silver pieces to look upon this most marvellous work of a master.”

Thereupon the man from the hills paid two silver pieces and entered the shop to see the statue that he himself had sold for one spice of silver.

Kahlil Gibran
Book: The Wanderer (1932) – Kahlil Gibran

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.679 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: