Iklan
Normantis Update

Sajak Nabi-Nabi di Bawah Tiang Salib – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

NABI-NABI DI BAWAH TIANG SALIB
Karya: Norman Adi Satria

Pukul dua belas, langit seketika pekat
tiada satu pun dapat melihat
Abraham, Nuh, Ayub, Daud, dan Musa
turun ke bukit Golgota
menyaksikan penyaliban Yeshua.

Mereka berbincang dalam bisik
Abraham mengawalinya dengan kisah klasik:
“Elohim takkan membiarkannya terbunuh.
Seperti kisahku yang Ia suruh menyembelih Ishak
namun digantinya dengan binatang ternak.
Manalah mungkin Tuhan kita tega
menghabisi anak satu-satunya.”

Nuh membelai janggut dan menyahut:
“Kau benar, Abraham.
Bisa jadi ini hanyalah sandiwara.
Lihat, langit telah begitu gelap.
Dan bukan mustahil, air bah akan kembali datang
menyapu segalanya, kecuali Yeshua
yang akan terselamatkan berkat salibnya.
Salib itu akan mengambang, bagaikan bahtera.”

Ayub bergidik ngeri
“Jangan-jangan….”
Ucapnya tak selesai.
Abraham tahu pikirannya
“Maksudmu, jangan-jangan Tuhan
sedang bertaruh lagi dengan Iblis
seperti kisahmu dulu?”
Ayub mengangguk
“Siapa tahu…”

Musa tak berkata apa-apa
hanya menggoyang-goyangkan tongkatnya
sembari merapalkan mantera.
Daud yang mengetahui niatnya
langsung menyambar tongkat sakti itu
“Jangan buat tulah di sini! Ini bukan tanah Mesir!
Sebaiknya kita saksikan saja sajak mana yang telah kutulis
yang akan mewujudnyata pada Yeshua. “
Musa merebut kembali tongkatnya sembari menggerutu:
“Penyair memang selalu begitu!”

Detik demi detik berlalu
percakapan mereka seketika membisu
ketika mendengar Yeshua berteriak kehausan
dan hanya diberi tetesan cuka dari batu karang
Hati mereka masygul, namun tak berhak melakukan apa-apa

Beberapa menit kemudian
kilat-kilat menyambar
membuat teriakan Yeshua terdengar samar-samar
“Elohi..! Elohi..! Lama sabakhtani?”

Hati Abraham tergetar oleh rasa tak sabar
“Inilah waktunya, Tuhan pasti akan menggantinya
dengan orang lain!”
Ayub terlihat tersungkur dalam debu
Musa meremas-remas tongkatnya dengan cemas
Daud membuka gulungan-gulungan kitab, mencari-cari syairnya
Sedangkan Nuh sibuk mengukur curah hujan dengan ujung jarinya

“Abba, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.”
ucap Yesua lirih sebelum terkulai di atas tiang salibnya
tepat pada pukul tiga

Abraham terperangah
Ayub menangis darah
Jemari Nuh dibanjiri airmatanya sendiri
Daud menangisi Mazmurnya yang ke dua puluh tiga
Dan tongkat sakti yang terlepas dari tangan Musa
membelah tabir Bait Suci menjadi dua

Yeshua benar-benar mati
Yeshua benar-benar mati untuk kita

Bekasi, 14 April 2016
Norman Adi Satria

Catatan:
Sajak ini hanya fiktif belaka. Ingin tahu kisah aslinya? Bacalah di Alkitab!

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.839 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: