Normantis Update

Raja Bijak (The Wise King) – Kahlil Gibran

Karya: Kahlil Gibran

RAJA BIJAK
Karya: Kahlil Gibran

Suatu hari di kota Wirani, seorang raja yang bijak dan kuat memerintah. Dan ia ditakuti karena kekuatannya dan dicintai karena kebijaksanaannya.

Kini, di jantung kota itu terdapat sebuah sumur, yang airnya dingin dan jernih. Dan dari sumur itu penduduk minum, bahkan raja dan bawahannya; karena tiada ada sumur yang lain di kota itu.

Suatu malam ketika mereka semua tengah tertidur, seorang penyihir memasuki kota dan menuangkan tujuh tetes cairan aneh ke dalam sumur itu, dan berkata, “Mulai jam ini mereka yang minum air dari sumur ini akan menjadi gila.”

Pagi harinya semua penduduk menyingkir ketika raja dan menterinya minum dari sumur itu. Dan mereka menjadi gila seperti yang telah dikatakan si penyihir sebelumnya.

Dan sepanjang hari orang-orang di jalan-jalan sempit dan di pasar tidak melakukan apa-apa selain saling berbisik, “Raja gila. Raja kita dan menterinya telah kehilangan nalar. Tentu kita tidak mungkin diperintah oleh raja yang gila. Kita harus menurunkan dia dari tahtanya.”

Sore itu raja disuruh untuk meminum air dari sumur itu yang ditaruh dalam sebuah piala emas. Dan ketika piala itu diberikan kepadanya, ia meminumnya dan lalu memberikan kepada menterinya.

Dan setelah itu kegembiraan datang ke seluruh pelosok Kota Wirani karena raja dan menterinya telah waras kembali.

Kahlil Gibran

Buku: Orang Gila – Kahlil Gibran (1918)


THE WISE KING
By: Kahlil Gibran

Once there ruled in the distant city of Wirani a king who was both mighty and wise. And he was feared for his might and loved for his wisdom.

Now, in the heart of that city was a well, whose water was cool and crystalline, from which all the inhabitants drank, even the king and his courtiers; for there was no other well.

One night when all were asleep, a witch entered the city, and poured seven drops of strange liquid into the well, and said, “From this hour he who drinks this water shall become mad.”

Next morning all the inhabitants, save the king and his lord chamberlain, drank from the well and became mad, even as the witch had foretold.

And during that day the people in the narrow streets and in the market places did naught but whisper to one another, “The king is mad. Our king and his lord chamberlain have lost their reason. Surely we cannot be ruled by a mad king. We must dethrone him.”

That evening the king ordered a golden goblet to be filled from the well. And when it was brought to him he drank deeply, and gave it to his lord chamberlain to drink.

And there was great rejoicing in that distant city of Wirani, because its king and its lord chamberlain had regained their reason.

Kahlil Gibran

Book: The Madman – Kahlil Gibran (1918)

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.679 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: