Iklan
Normantis Update

Sajak Filsafat: Apa Itu Kebenaran? – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

APA ITU KEBENARAN?
Karya: Norman Adi Satria

“Apakah kebenaran itu?”
Entah ini olokan
entah ini murni pertanyaan,
yang jelas sebaris singkat
meluncur dari bibir Pilatus
di muka Kristus.

Pilatus mungkin telah membaca tetralogi Plato
dan hanya mendapati Socrates
gagal menemukan arti kebenaran.
Socrates hanya menemukan metode
mengubah argumen yang lemah menjadi kuat.

Mungkin juga Pilatus telah mempelajari Perjanjian Lama.
Sayangnya di situ ia hanya menemukan
Tuhan yang kadang tampak pemarah
ditambah pengikutnya yang
penuh hasrat membunuh dan zinah
lebur bagai Sodom dan Gomorah.

Saksi kunci yang mungkin memegang makna kebenaran
nyawanya tinggal hitungan jam.
Ketika Pilatus cuci tangan
maka hilanglah semua kesempatan
mendapat makna kebenaran itu.

Atau jika Pilatus bereinkarnasi beratus kali
dan terlahir di zaman ini
ia takkan pernah mengerti dan mendapati.
Karena yang ia lihat hanyalah “pembenaran”
bukan “kebenaran”.

Dalam aneka fiksi heroik pun
pahlawan bukanlah pembela kebenaran
namun pembasmi kejahatan.

Adakah kebenaran dalam kekejian?
Apakah kebenaran terlahir dari pembunuhan?
Sejarah telah mencatat
perang antara ini dan itu
berlandas pada pembelaan kebenaran,
kebenaran yang adalah sebuah persepsi
yang diimani dan diamini.

Begitu lemahkan kebenaran hingga harus dibela?
Begitu lunglaikah kebenaran
hingga harus dibantu ditegakkan?

Kebenaran pun bukanlah hasil pemenangan debat kusir
tentang sebuah konsep ideal kebenaran itu sendiri.

Dan tiap jawaban dariku darimu
tentang arti kebenaran itu
hanyalah salah satu dari berjuta argumen
yang pernah lahir atau pernah mati,
namun tak kunjung sejati.

Bekasi, 23 Mei 2013
Norman Adi Satria

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

1 Comment on Sajak Filsafat: Apa Itu Kebenaran? – Norman Adi Satria

  1. Keren banget puisinya. Benar, super hero itu bukan pembela kebenaran tapi pembasmi/ penumpas kejahatan. Menumpas dengan cara membunuh itu belum tentu benar.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: