Normantis Update

Puisi Nyanyian Keberuntungan (Manusia Adalah Kekasihku) – Kahlil Gibran

NYANYIAN KEBERUNTUNGAN
Karya: Kahlil Gibran

Manusia dan aku adalah kekasih
Ia menginginkanku dan aku menantinya,
Namun, antara kami muncul
Seorang musuh yang membawa penderitaan.
Ia kejam dan menuntut,
Memiliki daya tarik kosong.
Namanya adalah substansi.
Ia mengikuti kemana pun kami pergi
Dan melihat seperti penjaga, membawa
Keletihan pada kekasihku.

Aku mencari cintaku di hutan,
Di bawah pohon, di dekat danau.
Aku tidak menemukannya, karena substansi
Telah membawanya ke hiruk pikuk
Kota dan meletakkannya di atas takhta
Logam berharga.

Aku memanggilnya dengan suara
Pengetahuan dan nyanyian kebijaksanaan.
Ia tidak mendengar, karena substansi
Telah melemparkannya ke bawah tanah

Keegoisan, di mana ketamakan tinggal.
Aku mencarinya di ladang kesenangan,
Tetapi aku sendirian, karena musuhku telah
Memenjarakannya dalam gua kerakusan
Dan kelobaan, dan menguncinya di sana
Dengan rantai besi yang menyakitkan.

Aku memanggilnya saat fajar merekah, ketika alam tersenyum,
Namun ia tidak mendengar, karena keletihan telah
Mengikat matanya dengan tidur.

Aku memanggilnya saat tengah hari, namun keheningan berkuasa
Dan bunga tertidur. Namun ia tidak menjawab,
Karena ketakutannya lebih besar dari kehendaknya
Bawalah, bayangan pikirannya.

Ia rindu mencintaiku;
Ia memintaku dalam perbuatannya sendiri. Namun ia
Tidak akan menemukannya selain dalam perbuatan Tuhan.
Ia mencariku dalam bangunan kemenangannya
Yang telah ia bangun di atas tulang—tulang yang lain.

Ia berbisik kepadaku dari
Tumpukan emas dan peraknya;
Namun ia tidak akan menemukanku kecuali bila datang ke
Rumah kesederhanaan di mana Tuhan telah membangunnya
Di tepi sungai kasih sayang.

Ia ingin menciumku di depan petinya
Namun ia tidak akan menyentuh bibirku kecuali
Dalam kekayaan angin murni.

Ia memintaku untuk berbagi dengannya
Kekayaan yang melimpah, namun aku tidak akan mengabaikan
Keberuntungan Tuhan; Aku tidak akan melemparkan mantel keindahanku.
Ia mencari kecurangan untuk pusat; aku hanya mencari
Pusat hati.
Ia membuang hatinya dalam sel sempitnya;
Aku akan mengayakan hatinya dengan cintaku.
Sayangku telah belajar bagaimana untuk berteriak dan
Menangis untuk musuhku. Substansi; Aku akan
Mengajarkan padanya bagaimana mengalirkan air mata kasih sayang
Dan ampunan dari mata jiwanya
Untuk segala hal.
Dan mengucapkan desahan kesenangan melalui
Air mata itu.

Manusia adalah kekasihku;
Aku ingin memilikinya.

Buku: AIR MATA DAN TAWA (KAHLIL GIBRAN)

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.683 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: