Normantis Update

Bedah Puisi “Tak Mau Ngentot” Karya Norman Adi Satria (Episode 1 Part 2)

Oleh: Patricia Cinta

Norman Adi Satria : Bukan. Tapi biar sadar, bahwa seks itu bisa hadir bukan sekedar dari hawa napsu. Bahwa seks tak selalu berkonotasi negatif. Seks tak selalu porno. Seks bukan cuma kegiatan “celap-celup”.
Patricia Cinta : Terus maksudnya puisi ini gimana?
Norman Adi Satria : Nah, dalam puisi ini aku menggambarkan seorang wanita yang bicara pada suaminya. Bisa jadi, wanita ini adalah seorang istri yang selama ini menganggap suaminya seperti binatang buas di ranjang. Hubungan seks mereka tak pernah intim. Suami hanya menghampiri kalau sedang sange atau berahi saja. Celap-celup, crat-crut, aaahh.., selesai, terus cuek lagi.
Patricia Cinta : Apaan sih crat-crut?
Norman Adi Satria : Ejakulasi maksudnya.

Patricia Cinta : Emm.. Terus?
Norman Adi Satria : Nah, wanita itu rindu pada hubungan seks yang benar-benar intim. Dia bukan hanya ingin persetubuhan alias ngentot atau ngewe itu, tapi dia ingin senggama, yaitu persetubuh-batinan, tubuh dan batinnya menyatu. Dan itu hanya bisa tercapai bila hubungan seks mereka terlahir dari cinta. Tanpa cinta, wanita ini merasa tak ubahnya pelacur saja.
Patricia Cinta : Terus kenapa harus masukin kata “ngentot” dan “ngewe”? Kan itu kasar, Ka. Kalo puisi ini dibacakan di acara tv pasti udah disensor abis-abisan. Maksudku, Kaka kan bisa pakai kata-kata yang lebih santun untuk menggambarkan kisah yang tadi Kaka ceritain.
Norman Adi Satria : Hehehe… Ya biar seru aja.
Patricia Cinta : Itu sih bukan seru, tapi saru!

Norman Adi Satria : Ya nggak saru lah. Ini kan obrolan ranjang yang diucapkan istri kepada suaminya. Sewajarnya suami dan istri, kalo ngobrol ya blak-blakan aja. Emangnya mantan pacar kamu yang pengen ngajak begituan pake bahasa berbunga-bunga segala?
Patricia Cinta : Hah? Kok Kaka tau?
Norman Adi Satria : Kan kamu yang cerita. Lupa ya? Setelah dia ngomong gitu, langsung kamu gampar kan? Terus kamu putusin?
Patricia Cinta : Oh, iya ya.. Lagian, masih pacaran aja udah berani-beraninya dia ngajakin ngentot!
Norman Adi Satria : Hahaha… Tuh, kamu sendiri kasar, pake kata ngentot.
Patricia Cinta : Ups.. kelepasan! Maaf..maaf.. Jadi sebenarnya nggak papa kalo masukin kata-kata kasar atau jorok di dalam puisi? Bukannya puisi itu harus pake kata-kata indah ya?
Norman Adi Satria : Kasar, jokor, indah, romantis, ataupun puitis itu kan soal perspektif kamu saat membaca. Nah, jangan-jangan kamu yang ngeres waktu baca puisi ini ya?

Patricia Cinta : Enak aja! Enggak lah!
Norman Adi Satria : Hahahaha…
Patricia Cinta : Ka..
Norman Adi Satria : Hemm?
Patricia Cinta : Laper…
Norman Adi Satria : Ya udah, pesan apa kek. Tuh, banyak yang jual makanan di depan.
Patricia Cinta : Tapi.. Kaka yang bayar?
Norman Adi Satria : Iya…
Patricia Cinta : Asyik…

Emm.. Sambil makan siomay aku mulai berpikir: benar juga ya, kata-kata itu dianggap kasar, jorok, indah, atau apapun, tergantung perspektif kita. Sebenarnya sore ini masih banyak banget yang ingin aku bahas dengan Norman Adi Satria, sayangnya dia lagi capek banget kayaknya. Kalo udah capek begini, tingkat kereseannya tuh bisa meningkat drastis. Ya, dia rese banget kalo lagi capek. Jadi, pembahasan puisi lainnya kita lanjutin di Segment selanjutnya aja ya. Ikuti terus Rubrik Spesial: Kisah di Balik Karya, hanya di normantis.com. Salam cinta.

Patricia Cinta
Penulis Rubrik Spesial: Kisah di Balik Karya
normantis.com

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.783 pengikut lainnya

6 Comments on Bedah Puisi “Tak Mau Ngentot” Karya Norman Adi Satria (Episode 1 Part 2)

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Aku memang bukan kritikus puisi, kritikus sastra, atau kritikus apa saja. Aku cuma seorang gadis yang nggak rela kalau puisi yang harusnya berisi kata-kata indah justru dibumbui kata “ngentot” dan “ngewe”

    Suka

  2. Reblogged this on Best Romantic Poetry and commented:

    Ngakak baca ini.. wkwkwkw

    Suka

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. (Episode 1 Part 1) Kisah di Balik Karya: Membedah Puisi “Tak Mau Ngentot” Karya Norman Adi Satria | Puisi Normantis
  2. Puisi Cinta: Tak Mau Ngentot (Karena ngentot cuma pakai otot) – Norman Adi Satria | Puisi Normantis
  3. Bedah Puisi “Tak Mau Ngentot” Karya Norman Adi Satria (Episode 1 Part 1) | PUISI CINTA "tak harus" ROMANTIS!

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: