Normantis Update

Puisi Nyeleneh: Pohon Cemara (Halo, itu celana kok sudah beda pantatnya) – Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

SAJAK POHON CEMARA
Karya : Joko Pinurbo

Di depan rumahmu ia betah berjaga mengawal sepi,
dari jauh terlihat tenang dan tinggi.
Jaman berubah cepat, andaikan nasib bisa diralat,
dan pohon cemara masih saja serindang mimpi.

Pada dahannya masih tergantung sepotong celana:
gambar panah di pantat kanan, gambar hati
di pantat kiri; dicumbu angin ia menari-nari.

Burung bulan suka bersarang di ranting-rantingnya,
bulunya berhamburan di tangkai-tangkainya.

Aku pulang di malam yang tak kauduga.
Halo, itu celana kok sudah beda pantatnya:
panah telah patah, hati telah berdarah;
darahnya kausimpan di botol yang tak mudah pecah.

2005
KUMPULAN PUISI JOKO PINURBO

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

7 Comments on Puisi Nyeleneh: Pohon Cemara (Halo, itu celana kok sudah beda pantatnya) – Joko Pinurbo

  1. Saya yakin, begitu banyak penggemar Joko Pinurbo yang rajin membaca puisi-puisinya, akan bertanya-tanya: mengapa Joko Pinurbo seolah begitu gandung mengambil tema “celana”? Meski Joko Pinurbo belum pernah sekalipun menjelaskan alasannya, saya seolah mendapat secercah pemahaman tentang makna celana itu berkat salah satu tulisan Norman Adi Satria yang pernah menjadi Headline di Kompasiana, yaitu : “Celana Dalam Baru Untuk Bangsa Ini”. Dari tulisan Norman Adi Satria inilah, saya mulai paham, bahwa celana bukan sekedar kain pembalut pelengkap baju, namun juga “penutup malu”. Hanya orang yang tak punya malu yang berkeliaran kemana-mana tanpa celana, atau bisa jadi sudah gila.

    Oh ya, ini link menuju tulisan Norman Adi Satria berjudul “Celana Dalam Baru Untuk Bangsa Ini” :
    https://normantis.com/2012/10/14/celana-dalam-baru-untuk-bangsa-ini-dialog/

    Liked by 1 person

  2. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Di depan rumahmu ia betah berjaga mengawal sepi,
    dari jauh terlihat tenang dan tinggi.
    Jaman berubah cepat, andaikan nasib bisa diralat,
    dan pohon cemara masih saja serindang mimpi.

    Liked by 1 person

  3. Reblogged this on standupuisi.

    Liked by 1 person

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: