Normantis Update

Puisi Kemiskinan: Harga Duit Turun Lagi (Ampunilah kemiskinan kami) – Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

SAJAK HARGA DUIT TURUN LAGI
Karya : Joko Pinurbo

Mengapa bulan di jendela makin lama
makin redup sinarnya?
Karena kehabisan minyak dan energi.
Mimpi semakin mahal,
hari esok semakin tak terbeli.

Di bawah jendela bocah itu sedang suntuk
belajar matematika. Ia menangis tanpa suara:
butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.
Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.
Ibunya terbaring sakit di rumah.

Malu pada guru dan teman-temannya,
coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.
Dadah Ayah, dadah Ibu….

Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.
Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.
Berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kemiskinan kami….

2005
KUMPULAN PUISI JOKO PINURBO

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

7 Comments on Puisi Kemiskinan: Harga Duit Turun Lagi (Ampunilah kemiskinan kami) – Joko Pinurbo

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Mengapa bulan di jendela makin lama
    makin redup sinarnya?
    Karena kehabisan minyak dan energi.
    Mimpi semakin mahal,
    hari esok semakin tak terbeli.

    Like

  2. Reblogged this on puisijomblo.

    Like

  3. Reblogged this on nontonpuisi.

    Like

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: