Normantis Update

Puisi Perenungan: Kacamata (Kacanya terbuat dari kaca kata)

Karya: Joko Pinurbo

SAJAK KACAMATA
Karya : Joko Pinurbo

Saya tahu, jika saatnya tiba, saya akan memakai kacamata.
Kacamata yang kacanya terbuat dari kaca kata
dan matanya dari mata bocah yang haus cinta.

Ada senja kecil yang sedang berdoa di mata saya
dan doa terbaik adalah sunyi.
Seseorang akan memberi saya kacamata
untuk memancarkan cahaya sunyi senja
ke jalan-jalan yang dilewati puisi.

Saya tahu, pada akhirnya saya akan berkacamata.
Kacamata yang bingkainya terbuat dari logam mimpi
dan gagangnya dari tangkai hujan yang liat sekali.

Malam itu, setelah semuanya selesai, saya berjalan
menuju rumah mandi di atas bukit. Saya memakai kacamata
untuk menerangi jalanan gelap yang harus saya lalui.

Di rumah mandi telah berkumpul para kekasih insomnia.
Mereka semua mengenakan kacamata.
Seorang bocah menyambut saya dan berkata,
“Pesta mandi siap dimulai. Tuan sudah dinanti-nanti.”

Ia anak yang lahir dalam puisi; yang menjaga
sajak-sajak saya, bahkan ketika saya tak lagi berada
di tempat di mana ia berada. Ia yang memberi saya kacamata.

2012
KUMPULAN PUISI JOKO PINURBO

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.763 pengikut lainnya

8 Comments on Puisi Perenungan: Kacamata (Kacanya terbuat dari kaca kata)

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Saya tahu, jika saatnya tiba, saya akan memakai kacamata.
    Kacamata yang kacanya terbuat dari kaca kata
    dan matanya dari mata bocah yang haus cinta.

    Suka

  2. Reblogged this on puisijomblo and commented:

    Saya tahu, jika saatnya tiba, saya akan memakai kacamata.
    Kacamata yang kacanya terbuat dari kaca kata
    dan matanya dari mata bocah yang haus cinta.

    Suka

  3. [url=http://online-diflucanfluconazole.net/]Buy Diflucan[/url] Online Pharmacy Tramadol http://lasixwithoutprescriptionfurosemide.net/

    Suka

  4. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Kacamata yang kacanya terbuat dari kaca kata
    dan matanya dari mata bocah yang haus cinta.

    Puisi Joko Pinurbo memang selalu menyajikan kata-kata baru.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: