Iklan
Normantis Update

Puisi Cinta: Noda Darah Dan Wanita (Kata-katanya tak pernah panjang, namun pasti menusuk begitu dalam)

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

PUISI NODA DARAH DAN WANITA 
Karya : Norman Adi Satria

Tekadku pernah bulat sempurna
takkan kembali ke rumah ibu
bila satu liter beras masih dia beli
dengan lima setengah ember keringat
dan segalon air mata
tak terasa
rupanya telah dua belas tahun
aku meninggalkannya

Kutengok lagi jaket almamater biru di lemari ibu
darah itu masih ada
Trisakti, aku membacanya
airmata seketika menetes di pipi
elegi tertambat pada memori hati

Daun sengon nenek cerewet sebelah rumah
mungkin bisa lenyap dengan seikat lidi
namun luka ini? entahlah…

Duduk di pelataran rumah
aku menyaksikan anak-anak kecil
bermain mobil-mobilan
seorang tiba-tiba menangis
mobil kecilnya tercebur di selokan
hanyut bersama seekor kepik
di atas daun cabai

Aku hentikan lajunya dengan kakiku
mata penuh harap mengintip di sela paha sang ibu
tangan ibunya teracung
seraya menatap baret di pipi kiriku
“Kau pulang?”
dia mengibaskan rambutnya
mengambil mobil-mobilan di tanganku
“Iya,” jawabku “Ini anakmu?”

Dia diam membisu
dan berpaling menggendong anak itu
mata kecil masih mengintip di sela lengan
sampai masuk ke dalam rumah
aku lihat bayang airmata menetes
di balik jendela

Tepat dua belas tahun lalu
di tempat ini
dia manangis di pelukanku
airmatanya membasahi lengan baju

Janji itu memang tak aku tepati
bagaimana lagi
enam belas hari setelah Orde Baru lengser
surat darinya baru aku ambil di rektorat Trisakti

Sepatah dua patah kata
tertulis dengan pensil
di atas kertas buram
kata-katanya tak pernah panjang
namun pasti menusuk begitu dalam

Sebetapa hebat aku berdiri
di puncak bangunan berbentuk payudara
karya bapak pendiri bangsa
dia tidak pernah bangga
yang lebih penting baginya
aku segera pulang
menikahinya
sebelum ayahnya meninggal

Malam kian larut
dan aku tutup gelap senja ini
dengan sebatang rokok kretek yang lembab
asapnya memang membubung ke langit
namun tetap saja tak mampu membawaku mengudara
tuk memetik rembulan

Tangerang, 2008
Kumpulan Puisi Norman Adi Satria

Iklan

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.194 pengikut lainnya

7 Comments on Puisi Cinta: Noda Darah Dan Wanita (Kata-katanya tak pernah panjang, namun pasti menusuk begitu dalam)

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Daun sengon nenek cerewet sebelah rumah
    mungkin bisa lenyap dengan seikat lidi
    namun luka ini? entahlah…

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Sebetapa hebat aku berdiri
    di puncak bangunan berbentuk payudara
    karya bapak pendiri bangsa
    dia tidak pernah bangga
    yang lebih penting baginya
    aku segera pulang
    menikahinya
    sebelum ayahnya meninggal

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: