Normantis Update

Puisi Perenungan: Menjaring Angin (Panen kupu-kupu, burung, dan walang sangit)

Karya: Norman Adi Satria

PUISI MENJARING ANGIN 
Karya : Norman Adi Satria

Dalam usaha menjaring angin
yang konon akan menghasilkan kesia-siaan,
justru ia panen kupu-kupu, burung, dan walang sangit.
Sesekali tersangkut pula tisu bekas airmatamu,
dan selembar puisi yang terbengkalai
usai dibaca dengan pura-pura sendu
di panggung lelucon itu.

Bekasi, 25 Oktober 2015 
Kumpulan Puisi Norman Adi Satria 

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya

6 Comments on Puisi Perenungan: Menjaring Angin (Panen kupu-kupu, burung, dan walang sangit)

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Dalam usaha menjaring angin
    yang konon akan menghasilkan kesia-siaan,
    justru ia panen kupu-kupu, burung, dan walang sangit.

    Suka

  2. Reblogged this on Best Romantic Poetry and commented:

    Ini puisi menyadarkan kita bahwa tidak ada satu

    Suka

  3. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Sesekali tersangkut pula tisu bekas airmatamu,
    dan selembar puisi yang terbengkalai
    usai dibaca dengan pura-pura sendu
    di panggung lelucon itu

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: