Iklan
Normantis Update

Kartinian di Pelacuran – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

KARTINIAN DI PELACURAN
Karya: Norman Adi Satria

Nona pelacur sedang Kartinian.
Dikenakannya pakaian adat: ketelanjangan.
Berorasi di atas puing-puing bangunan
yang baru saja dirobohkan
oleh lelaki-lelaki berseragam
yang biasanya menjadi langganan.

Pekiknya:
“Habis gelap tak selalu langsung terang!
Ada pula yang terlebih dahulu remang-remang!”

Bekasi, 21 April 2015
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.788 pengikut lainnya

5 Comments on Kartinian di Pelacuran – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    “Habis gelap tak selalu langsung terang!
    Ada pula yang terlebih dahulu remang-remang!”

    Suka

  2. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Aku sama sekali ga belain atau mendukung pelacuran loh. Tapi swear, kisah di puisi ini ada benernya juga. Bahwa habis gelap ga selalu langsung terbit terang, tapi bisa juga terbit remang-remang.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: