Iklan
Normantis Update

Sajak Pontius Pilatus #1 (Sumpah demi anjing, aku takkan jadi leluhur goblok!)

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

SAJAK PONTIUS PILATUS #1
Karya : Norman Adi Satria

Malam tadi istriku mimpi buruk
arwah-arwah leluhur mengunjungi lelapnya,
mungkin ada nabi di antaranya,
hadir seolah menyampaikan pertanda-pertanda.

Istriku memang seorang Yahudi,
suku bangsa yang dijajah oleh bangsaku kini, Romawi.

Bangsa Yahudi sangat menghargai mimpi,
karena mimpi pulalah yang menyelamatkan cikal bakal bangsa ini
dalam peristiwa dibuangnya Yusuf putera Yakub oleh sanak keluarga
yang kemudian justru menjadi penyelamat bagi mereka
berkat kepiawaiannya menerjemahkan mimpi Firaun,
sang raja negeri piramida.

Tapi apakah aku layak disebut seorang penjajah
sementara Imam-Imam Agung
serta bangsawan-bangsawan Farisi
terus mengukuhkan martabatku sebagai wali negeri
di tanah Yudea ini?
Atau mungkin benar firasatku:
keahlian menjilat bukan hanya ada pada bangsaku?

Siang tadi, para Imam Agung, kaum Farisi,
dan segerombolan orang Yahudi
mengarak seorang lelaki menuju kuilku.
Mereka meminta aku menghakimi lelaki itu.

Yeshua dari Nazaret.
Mereka ingin aku menghakimi keturunan Daud
hanya karena dianggap sebagai penghasut?

Aku langsung terkenang pada catatan sejarah yang pernah kubaca:
Tetralogi Plato, yang mengisahkan
penghakiman atas filsuf agung Socrates
dengan tuduhan penghasutan kaum muda Athena
untuk tak lagi percaya kepada dogma-dogma.
Socrates diputuskan bersalah
dan diharuskan bunuh diri
dengan meminum racun dari cawannya sendiri.

Sumpah demi anjing,
aku tak ingin mengulang kegoblokan leluhur!
Socrates harusnya tak mati dengan citra seburuk itu!

“Wahai, Pilatus yang perkasa, penguasa tanah Yudea,”
seorang tetua mulai menyapa.
“Kami baru saja menyinggahi Herodes untuk meminta penghakiman atas orang ini,
penghasut bangsa kami
yang mengaku sebagai seorang nabi.
Namun sayangnya, yang mulia Herodes
tak mau mengambil keputusan apa-apa atas warga
yang tinggal di wilayah kekuasaan Yudea.
Maka kami datang kepadamu.
Hakimilah sang penghasut ini!”

Kemudian aku menjawab:
“Hei orang Yahudi, mengapa kau melaporkan orang ini kepadaku
sementara perkaranya adalah persoalan rohani?
Apa kau bilang tadi, dia mengaku sebagai nabi?
Maka hakimilah dia dengan hukum bangsamu sendiri!”

Aku melihat para tetua berunding dalam bisik, kemudian kembali melanjutkan ucapannya:
“Perkaranya tidak sesederhana itu, wahai yang mulia Pilatus.
Orang ini bukan hanya mengaku sebagai nabi,
namun juga mesias,
yang berarti pula seorang raja.
Dia telah menciderai martabat Caesar sebagai raja kita.
Bila kau tak mau menghakimi si raja gadungan ini
berarti kau tak layak lagi disebut sahabat Caesar.”

Yahudi bedebah!
Mereka telah memaksaku dengan membawa-bawa nama Caesar.
Tak kusangka, mereka tahu kelemahanku, yang tak bisa menentang Caesar.

Aku membawa lelaki itu ke ruang penghakiman.
Lelaki yang sangat tenang, meski tak sedikitpun bertampang raja.

“Yeshua dari Nazaret, benarkah kau seorang raja?”
“Barusan kau yang mengatakannya.”

Orang macam apa yang sedang kuhadapi?
Darimana asalnya keberanian yang dia miliki?

“Hei Yeshua, kau pikir aku orang Yahudi?
Lihat, bangsamu sendiri yang menginginkan penghakiman atas dirimu!
Kini katakan kepadaku, benarkah kau seorang raja?”
“Kerajaanku bukan dari dunia ini.
Bila kerajaanku dari dunia ini sudah pasti bala tentaraku
akan menyelamatkan aku dari orang-orang Yahudi itu.”

“Lalu apa sebenarnya makna dari kehadiranmu yang membuat bangsamu murka?”
“Aku hadir hanya untuk menyatakan kebenaran.”

Apa itu kebenaran?
Apakah itu suatu hal yang jua
menghantarkan Socrates kepada kematian?

Istriku menyeretku dan kembali mengingatkan tentang mimpi buruknya yang semalam.
Dia yakin mimpi buruk itu berkaitan dengan lelaki ini.

Sumpah demi anjing,
aku takkan menjadi leluhur goblok!

____BERSAMBUNG KE Sajak Pontius Pilatus #2  ____

Bekasi, 3 April 2015
Kumpulan Puisi Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.244 pengikut lainnya

5 Comments on Sajak Pontius Pilatus #1 (Sumpah demi anjing, aku takkan jadi leluhur goblok!)

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Yeshua dari Nazaret.
    Mereka ingin aku menghakimi keturunan Daud
    hanya karena dianggap sebagai penghasut?

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: