Iklan
Normantis Update

Dia Embun (Bukan sisa gerimis) – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

DIA EMBUN (BUKAN SISA GERIMIS) 
Karya: Norman Adi Satria

Kau setitik embun
di sehelai rumput
rumput tetanggaku
yang selalu lebih hijau
daripada rumputku.

Setiap pagi
sebelum kau pergi
aku selalu menyapamu:
hai, embun.

Seperti biasanya
kau selalu membisu
untuk mengucapkan:
bolehkah aku singgah ke sehelai rumput
di pekaranganmu yang selalu pagi?

Dan aku akan pergi ketika tetanggaku
keluar dari pintu rumahnya sembari bergumam:
pagi ini gerimis lagi?

Ingin sekali aku berteriak padanya:
hei bodoh,
dia embun
bukan sisa gerimis!

Jakarta, 3 Februari 2015
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.813 pengikut lainnya

6 Comments on Dia Embun (Bukan sisa gerimis) – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Seperti biasanya
    kau selalu membisu
    untuk mengucapkan:
    bolehkah aku singgah ke sehelai rumput
    di pekaranganmu yang selalu pagi?

    Suka

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Ingin sekali aku berteriak padanya:
    hei bodoh,
    dia embun
    bukan sisa gerimis!

    Suka

  3. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Sebagai cewe yang sebenernya ga romantis-romantis amat, jujur aku ga begitu paham, mana yang lebih romantis: embun atau sisa gerimis? Tapi setelah baca puisi ini setidaknya aku sedikit mengerti, betapa romantisnya arti pagi yang diselimuti embun

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: