Iklan
Normantis Update

Percakapan Mantan dan Lesbian (Bodohnya aku memberikan keperawananku kepada sesama wanita) – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

PERCAKAPAN MANTAN DAN LESBIAN
Karya : Norman Adi Satria

PARMO :
Ti, ko wis tak omongi, sudah kubilang berulang kali: selama masih ada aku, kamu jangan pernah jadi lesbi..!

KARTI :
Mo, iya aku ngerti, kamu sudah mengucapkan ini berulang-ulang kali. Tapi…
PARMO :
Tapi apa? Sudah, jawab dulu, nanti baru kamu habiskan airmatamu.
KARTI :
Aku tahu ini salah, Mo! Aku tahu! Tapi kamu bilang begitu hanya karena, ah, sudahlah…

PARMO :
Karena apa? Kamu pikir karena apa?
KARTI :
Aku tahu ini bukan karena cinta kan? Bilapun kamu masih cinta, kamu tidak akan pernah mengucapkan cinta itu. Aku tahu kamu, Mo. Aku tahu bagaimana setianya dirimu; setianya dirimu terhadapku dulu, yang kini berubah menjadi kesetiaan terhadap istrimu. Aku tahu kamu tidak akan melacurkan bibirmu untuk mengucapkannya sekali lagi, bahkan demi permintaanmu agar aku berhenti menjadi seorang lesbi. Ya, kamu tidak akan mengucapkan cinta itu.
PARMO :
Ya, aku memang tidak akan mengucapkan itu, meski sebenarnya begitu mudah mengucapkannya selagi istriku tak ada dan takkan tahu.

KARTI :
Benar kan…?
PARMO :
Tapi masalahnya bukan itu, Ti.
KARTI :
Tidak. Masalahnya memang itu, Mo! Kamu pergi.
PARMO :
Ya, aku pergi karena dulu kamu yang memintanya kan?

KARTI :
Aku sadar, aku memang salah menyuruhmu pergi dan tak pernah memikirkan sebelumnya bahwa kamu tidak akan terganti. Kamu tahu, setelah kamu pergi ada puluhan lelaki yang mendekatiku. Masing-masing menggunakan caranya untuk mendapatkan aku, memilikiku. Tapi mereka tidak akan pernah menjadi sepertimu, yang dulu mencintai tanpa pernah membuatku merasa termiliki. Mereka tidak bisa menjadi kamu, atau sekedar sepertimu. Baru kemudian ada seorang perempuan yang datang, dan aku melihat sosokmu ada padanya.
PARMO :
Itu yang membuatmu menjadi seorang lesbian?
KARTI :
Ya. Karena aku tak menemukan sosokmu di antara begitu banyak lelaki, Mo. Justru di diri perempuanlah aku menemukanmu, kembali merasakan kehadiranmu.
PARMO :
………….

KARTI :
Dan maafkan aku, Mo. Aku sudah memberikan apa yang seharusnya aku serahkan kepadamu kepada perempuan itu.
PARMO :
Apa itu?
KARTI :
Keperawananku, Mo.
PARMO :
Ya Tuhaannn… Tiii…

KARTI :
Ya, aku tahu, Mo. Aku tahu! Bahkan bila kamu masih menjadi pacarku pun kamu tidak akan memintanya. Aku tahu, Mo, kamu sangat menghargai perempuan sehingga bertahun-tahun kita berpacaran pun kamu tidak pernah menodaiku. Bodoh sekali aku ya, Mo, memberikan keperawanan malah kepada perempuan?
PARMO :
Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Ti..

KARTI :
Ya, sedari dulu kamu memang tidak pernah bicara banyak, kecuali dalam puisimu. Dan kamu pun tidak akan bisa mempertanggungjawabkan ucapanmu sendiri : “Selama masih ada aku, kamu jangan pernah jadi lesbi..!”
PARMO :
……………

KARTI :
Iya kan, Mo? Iya kan? Saat kamu bilang itu, sebenarnya kamu tidak siap untuk mencintai aku atau minimal mengucapkannya? Iya kan, Mo? Berani kamu setubuhi aku? Berani, Mo?
PARMO :
……………
KARTI :
Aku yang salah, Mo.. Aku yang salah.. Tapi kamu juga salah telah mengucapkan itu.


Bekasi, 13 Agustus 2014
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.998 pengikut lainnya

4 Comments on Percakapan Mantan dan Lesbian (Bodohnya aku memberikan keperawananku kepada sesama wanita) – Norman Adi Satria

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: