Iklan
Normantis Update

Sajak Religi: Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus)

Karya: Norman Adi Satria

Sajak Paskah - Norman Adi Satria

SAJAK PASKAH
Karya: Norman Adi Satria

Di hari keempat sebelum Paskah
Yeshua terkulai pasrah
rebah di tanah
di tengah Getsmani nan basah
oleh airmatanya yang resah
menitik berupa tetesan darah:
Abba, jauhkanlah cawan ini dariku,
namun bukan kehendakku yang jadi,
melainkan kehendak-Mu.

Dia tengah meniru kata
yang pernah dia dengar ketika
berada di perut ibundanya, Maria:
terjadilah padaku, menurut kehendak-Mu.

Dia takut, namun percaya
Tuhan akan menyelamatkannya.
Seperti senandung Daud di bait dua puluh tiga:
Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku.
Dibaringkan-Nya aku di rumput hijau.
Kau menuntunku ke air yang tenang.
Gada dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Namun, cawan pun harus tertuang
demi menyeka kepalanya dengan urapan,
karena dia takkan jadi Mesias tanpa pengurapan.

Sayang, cawan itu bukanlah berisi narwastu,
namun sebuah takdir yang terikat waktu.
Bila waktunya tiba,
maka segala daya upaya jadi sia-sia.
Melenggang kabur ketika berdoa pun takkan bisa.

Yeshua ditangkap, dilucuti, dihina caci maki,
dan disalibkan di Golgota
bersama dua pemberontak kaisar keji.

Yeshua mati.
Dia mati seusai tangisnya membahana:
Elohi, Elohi, lama sabakhtani?
Dia nyaris kehilangan kepercayaan,
dia tak lagi memanggil Tuhannya: Abba, Bapa
namun: Elohi, sapaan kepada JHVH bagi bangsa Yahudi.

Di hela napas terakhir,
dia pasrah dan kembali memanggil Tuhannya Bapa
mungkin dengan sedikit percaya:
Abba, ke dalam tangan-Mu
kuserahkan nyawaku.

Di hari ketiga usai kematiannya,
hari yang telah dijanjikan Tuhan untuk kebangkitannya,
Yeshua membuka mata,
melihat luka di telapak dan lambungnya,
kemudian menggulingkan sendiri batu kuburnya.

Tuhan bertanya: Paskah?
Yeshua menjawab: pas sekali, Tuhan. Pas di hari ketiga.

Bekasi, 19 April 2014
Norman Adi Satria

Iklan

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.079 pengikut lainnya

7 Comments on Sajak Religi: Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus)

  1. Norman Adi Satria sukses mengabadikan imajinasinya tentang sosok Yesus Sang Anak Manusia dalam “Sajak Paskah” ini. Sayangnya, kesuksesannya ini seolah menggambarkan kegagalannya untuk percaya bahwa Yesus memang sosok Ilahi..

    Suka

  2. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Dia takut, namun percaya
    Tuhan akan menyelamatkannya.
    Seperti senandung Daud di bait dua puluh tiga:
    Tuhan adalah gembalaku,
    takkan kekurangan aku.
    Dibaringkan-Nya aku di rumput hijau.
    Kau menuntunku ke air yang tenang.
    Gada dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Reblogged this on nontonpuisi.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Disukai oleh 1 orang

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: