Iklan
Normantis Update

Istri Seorang Penyair 2 – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

Puisi Istri Seorang Penyair 2 - Norman Adi Satria

ISTRI SEORANG PENYAIR 2
Karya : Norman Adi Satria
Untuk istriku: Fransisca Xaveria Indreswari

Istri saya tak pernah tahu
seminggu sebelum kami menikah
saya membakar ribuan judul puisi
yang bukan tercipta untuknya.
Setelah itu saya belajar
untuk menjadi pelupa
agar saya tak menuliskan ulang
puisi yang lama.

Tiap hari saya menggoreskan pena
merangkai bongkahan kata
sedari gubuk hingga istana.
Suatu kali saya mengajaknya:
“Masuklah istriku,
itu kasur baru untukmu.”
Namun dia tak melihat apa-apa
kecuali saya.

“Kau terlalu sibuk menulis.
Aku tak ingin kasur baru.
Cukup kau pulang tiap malam
dan tidur di sampingku,
bagiku kasur kita yang usang itu
serasa selalu baru
seperti saat kita bulan madu.”
jawab istri saya berurai airmata,
airmata yang jatuh dari mata saya.

Jakarta, 9 Maret 2014
Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL MENYAMBUT HARI BURUH (MAY DAY)

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.462 pengikut lainnya

7 Comments on Istri Seorang Penyair 2 – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Istri saya tak pernah tahu
    seminggu sebelum kami menikah
    saya membakar ribuan judul puisi
    yang bukan tercipta untuknya.
    Setelah itu saya belajar
    untuk menjadi pelupa
    agar saya tak menuliskan ulang
    puisi yang lama.

    Suka

  2. Reblogged this on puisijomblo and commented:

    Istri saya tak pernah tahu
    seminggu sebelum kami menikah
    saya membakar ribuan judul puisi
    yang bukan tercipta untuknya.
    Setelah itu saya belajar
    untuk menjadi pelupa
    agar saya tak menuliskan ulang
    puisi yang lama.

    Suka

  3. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Aku tahu persis, Norman Adi Satria ini emang udah nulis puisi sejak kelas 4 SD. Jadi ga kehitung udah berapa ribu puisi yang pernah dia bikin. Tapi herannya, kenapa kakaku ini rela membuang semua puisinya sebelum nikah?

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: