Normantis Update

Puisi Perenungan: Kucing Beranak Tikus (Cinta Ibu Tak Pandang Bulu)

Karya: Norman Adi Satria

Puisi Kucing Beranak Tikus - Norman Adi Satria

PUISI KUCING BERANAK TIKUS
Karya : Norman Adi Satria

Di suatu senja,
seekor kucing betina
yang tinggal di sebuah tong
di sudut kota
dengan sangat mengejutkan
melahirkan seekor bayi tikus.

Entah ini sebuah anugerah
ataukah cobaan,
toh dia tak kenal Tuhan.
Namun,
seperti kucing lainnya,
betina tetap akan menjaga anaknya
meski tanpa sosok pejantan.

Karena pejantan bukanlah suami.
Mereka hanya penabur sperma
yang suka merayu, kawin,
lalu kabur;
mencari betina lainnya
untuk dia rayu, kawin,
lalu kabur;
dan berulang lagi.

Tak ada ikatan yang pasti,
meski atas nama cinta
nan suci dan sejati.
Kucing tak seposesif manusia,
tak menuntut cinta
yang harus memiliki dia.

Cinta yang sesungguhnya
adalah cinta betina
kepada anaknya,
tak terkecuali bila anaknya
adalah seekor tikus.
Dia tetap akan memberi keenam putingnya,
menyusui dan membesarkannya
dengan rela.

Senja buta telah lewat
terganti malam yang kian larut.
Bulan yang kian tinggi terhalau awan mendung.
Satu bintang tersisa,
berkelip ucapkan sampai jumpa
kemudian sirna.
Rintik hujan yang penuh rindu
terjun dan mencumbu
kekasihnya.
Lalu tercium aroma
sisa senggama
hujan dan tanah,
tanah dan air.

Kucing itu berteduh di dalam tongnya,
menjauhkan anaknya dari air.
“Anakku, tidurlah.
Aku akan selalu menjagamu.”
Betina itu memeluk anaknya,
hingga keduanya terlelap.

Tanpa dia sadari,
kata-kata yang baru saja dia ucapkan
akan berlaku selamanya.
Betina yang telah menjadi Bunda
akan selalu menjaga anaknya,
bahkan hingga akhir hayatnya.

Anak kucing itu
selalu menjadi incaran kucing lainnya
karena dia tak hanya berupa tikus
namun juga tak bisa mengeong,
hanya mencicit.

Bertahun kemudian,
Bunda yang kian tua
menantang kelahi pejantan lapar,
merebutkan tikus yang tak lain adalah anaknya.

Pejantan muda menyambar,
Bunda terkapar.
Di sisa hembus napasnya,
dia melihat sekilas
anaknya lenyap
jadi pemuas lapar.

“Tidurlah anakku.
Aku akan selalu menjagamu.”

19 Oktober 2013
Kumpulan Puisi Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.754 pengikut lainnya

5 Comments on Puisi Perenungan: Kucing Beranak Tikus (Cinta Ibu Tak Pandang Bulu)

  1. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Di suatu senja,
    seekor kucing betina
    yang tinggal di sebuah tong
    di sudut kota
    dengan sangat mengejutkan
    melahirkan seekor bayi tikus.

    https://normantis.com/2013/10/19/puisi-perenungan-kucing-beranak-tikus-norman-adi-satria/

    Suka

  2. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Di suatu senja,
    seekor kucing betina
    yang tinggal di sebuah tong
    di sudut kota
    dengan sangat mengejutkan
    melahirkan seekor bayi tikus.

    Suka

  3. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Di suatu senja,
    seekor kucing betina
    yang tinggal di sebuah tong
    di sudut kota
    dengan sangat mengejutkan
    melahirkan seekor bayi tikus.

    Suka

  4. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Langsung nangis baca puisi ini. Kasih ibu itu memang tak ada bandingannya.

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Puisi Perenungan: Kucing Beranak Tikus (Cinta Ibu Tak Pandang Bulu) – nontonpuisi
  2. Aneh Banget, Ada Kucing Beranak Tikus – Fenomena Luar Biasa – nontonpuisi

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: