Iklan
Normantis Update

Kacamata Ayah – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

KACAMATA AYAH
Karya: Norman Adi Satria

Sebelum Ayah tiada,
beliau hanya mewariskan sebuah kacamata.
Kacamata yang biasa dipakainya
ketika membaca saya.

Ada sisa airmata disana.
Airmata yang beliau teteskan
ketika saya beranjak dewasa
dan harus meninggalkannya sendirian di desa.

Saya pergi mengejar cita-cita
sampai ke ibukota.
Dan tak pernah mau bicara
bila beliau menelefon bertanya:
apakah masih ada padamu sukacita?

Ayah tahu artinya
bahkan bila saya tak bicara.
Sukacita itu sudah saya gadai
di meja sebuah kedai.
Menjadi pelayan yang bekerja rodi
dengan kenaikan gaji
yang hanya ada dalam andai-andai.

Suatu kali kacamata itu saya pakai.
Saya melihat seorang wanita
memesan coklat panas kepada seorang pelayan
yang tak lain adalah Ayah saya ketika muda.
Ternyata Ayah dulu adalah seorang pelayan
sama seperti saya sekarang.

Wanita itu sedang mengandung,
mungkin enam bulan.
Ayah mengantarkan secangkir coklat padanya,
wanita itu tampak gundah gulana.

Belakangan saya tahu
wanita itu adalah mantan pacar Ayah
yang meninggalkannya menikah
dengan seorang lelaki bedebah.
Lelaki yang kabur
membiarkannya bak seorang pelacur,
hanya menjadi teman tidur.

Berbulan kemudian
saat wanita itu akan melahirkan,
saya ikuti langkah Ayah
menuju sebuah klinik bidan.

Sebelum melahirkan
wanita itu berkata pada Ayah:
maukah kau membesarkan anakku?
Ayah menggenggam tangannya
dan menjawab hanya dengan anggukan.

Setelah bayi itu lahir,
wanita itu meninggal.
Ayah menggendong bayi itu,
membawanya pulang,
dan membesarkannya
tanpa pernah memberi tahu
bahwa dirinya tak pernah menikah.

Mungkin terlalu berat untuknya bercerita
hingga beliau memilih untuk memberitahu saya
hanya melalui sebuah
kacamata,
bahwa bayi itu adalah
saya.

Bekasi, 14 Oktober 2013
Norman Adi Satria

Saksikan pembacaan puisinya disini:

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.721 pengikut lainnya

5 Comments on Kacamata Ayah – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Sebelum Ayah tiada,
    beliau hanya mewariskan sebuah kacamata.
    Kacamata yang biasa dipakainya
    ketika membaca saya.

    Ada sisa airmata disana.
    Airmata yang beliau teteskan
    ketika saya beranjak dewasa
    dan harus meninggalkannya sendirian di desa.

    https://normantis.com/2013/10/16/puisi-mengharukan-kacamata-ayah-tak-pernah-menikah-norman-adi-satria/

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Sebelum Ayah tiada,
    beliau hanya mewariskan sebuah kacamata.
    Kacamata yang biasa dipakainya
    ketika membaca saya.

    Ada sisa airmata disana.
    Airmata yang beliau teteskan
    ketika saya beranjak dewasa
    dan harus meninggalkannya sendirian di desa.

    normantis.com

    https://normantis.com/2013/10/16/puisi-mengharukan-kacamata-ayah-tak-pernah-menikah-norman-adi-satria/

    Suka

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Ada sisa airmata disana.
    Airmata yang beliau teteskan
    ketika saya beranjak dewasa
    dan harus meninggalkannya sendirian di desa.

    Suka

  4. Reblogged this on standupuisi and commented:

    Sebelum Ayah tiada,
    beliau hanya mewariskan sebuah kacamata.
    Kacamata yang biasa dipakainya
    ketika membaca saya.

    Suka

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Puisi Mengharukan: Kacamata Ayah (Ayah tak pernah menikah) | Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau
  2. Puisi Mengharukan: Kacamata Ayah (Ayah tak pernah menikah) – nontonpuisi
  3. Puisi Tentang Ayah Yang Meninggal Tanpa Meninggalkan Warisan – Sedih Banget – nontonpuisi

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: