Normantis Update

Puisi Renungan Cinta: Kurus (Ketika istri kurus, kawan-kawannya yang gendut protes)

Karya: Norman Adi Satria

Puisi Kurus - Norman Adi Satria

PUISI KURUS
Karya: Norman Adi Satria

Sejak kembali kurus,
istriku makin ayu
bak pertama kenal dulu.
Pipinya tirus,
mirip turis.

Teman-temannya yang tidak kurus,
ah, aku tidak tega bilang gemuk,
berkata padanya:
“Gemukin lagi dong.
Kurus begitu kamu jelek.
Cantikan gemuk.”

Pulang-pulang
istriku uring-uringan.
“Mas, kata teman-teman
aku kekurusan!
Harus bikin program
penggemukan badan!”
katanya sambil mengunyah sebungkus bakwan.

“Teman-temanmu yang tidak kurus itu?”
tanyaku.
“Iya. Kata mereka aku tidak cantik
kalau kurus begini.”
jawabnya.

“Lalu kalau kamu gemuk,
kamu jadi cantik?”
tanyaku.
“Yaa.., tidak juga.”
jawabnya ragu.

“Katakan pada mereka,
kamu kurus begini karena
terlalu sibuk untuk mempercantik hati,
sampai-sampai tak sempat mempercantik diri.”
kataku.

Mendengar itu dia tersedak bakwan.
Tersadar, yang utama bukanlah penampilan.

Bekasi, 8 September 2013
Kumpulan Puisi Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.783 pengikut lainnya

2 Comments on Puisi Renungan Cinta: Kurus (Ketika istri kurus, kawan-kawannya yang gendut protes)

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Teman-temannya yang tidak kurus,
    ah, aku tidak tega bilang gemuk,
    berkata padanya:
    “Gemukin lagi dong.
    Kurus begitu kamu jelek.
    Cantikan gemuk.”

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: