Normantis Update

Puisi Idul Fitri

Karya: Norman Adi Satria

Puisi Idul Fitri - Norman Adi Satria

PUISI IDUL FITRI
Karya: Norman Adi Satria

Tabuhan bedug
hanyalah onomatope
dari degup jantung,
getar yang seirama.

Takbir tidak terlahir
dari bibir,
dia anak-anak jiwa
yang tak berhenti berzikir.

Maaf adalah perbuatan kasih
dalam rupa pisau.
Namun pisau yang mengiris
belenggu anyaman luka.
Bagai pisau yang mengiris kupat
demi mengeluarkan isi putihnya.
Seputih batin kita
yang kembali fitri di ini hari.

Bekasi, 8 Agustus 2013
Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.768 pengikut lainnya

3 Comments on Puisi Idul Fitri

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Takbir tidak terlahir
    dari bibir,
    dia anak-anak jiwa
    yang tak berhenti berzikir.

    Suka

  2. Reblogged this on Best Romantic Poetry and commented:

    Ini puisi lebaran alias idul fitri

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: