Normantis Update

Sajak Sebiji Kurma Dibagi Dua

Karya: Norman Adi Satria

Puisi Sebiji Kurma Dibagi Dua - Norman Adi Satria

SAJAK SEBIJI KURMA DIBAGI DUA
Karya: Norman Adi Satria

Dua bocah kecil lelaki,
Dul dan Joni,
tidur di atas tikar purun
di gubuk ayahnya,
yang berperabot hanya
sebuah meja
untuk menaruh segala hartanya:
piring,
gelas plastik,
ceret,
majalah bekas,
dan sarung satu biji.

Mereka miskin sekali
sampai ibu mereka pergi,
menikah lagi
dengan juragan jeruk bali.

Ayah Dul dan Joni
tak punya tamatan.
Gelarnya hanya :
Sdr. — ketika muda,
Bpk. — ketika tua,
Alm. — nanti ketika meninggal dunia.

“Bapake mulih..”
ayah mereka pulang sore, setengah lima.
Dul dan Joni mengucek mata,
terlihat gembira.
“Bapake bawa apa?”
“Ini bawa kurma.”

Seumur hidup Dul dan Joni
hanya pernah mendengar kata itu
melalui toa masjid
ketika sholat jumat.
“Makanan Nabi?”
“Iya.”
“Mana?”
“Nih..”
Dari saku celana,
ayahnya mengelurkan satu buah kurma
yang entah dia temukan dimana.

Dul dan Joni kompak cemberut.
Mereka tiap hari berpuasa
karena memang tak punya.
Kini harus berbuka dengan yang manis-manis,
namun hanya sebiji kurma,
itu pun harus dibagi dua.
“Wis, makan saja.
Hidup harus nerima,
kata orang Jawa.”

Dul dan Joni mengukur kurma
dengan ruas jari mereka,
harus benar-benar dibagi dua.
Lalu memakannya,
dan amblas entah kemana,
tersisa bijinya
yang dilempar begitu saja
keluar jendela.

Mereka bertiga tidur bersama.
Tidur adalah satu-satunya cara
untuk menahan lapar,
persis beruang kutub
atau ular.

Ketika ayam jantan berkokok
mereka terbangun,
hanya untuk memastikan
bahwa mereka masih di dunia
atau sudah di surga.

Dul membuka jendela.
“Bapake, Joni, tangi! Bangun!”
“Kenapa, Dul?”
“Kurma!”
“Hus, kamu mimpi kali.”
“Kurma, Bapake!”
“Ngelindur ya? Mengigau kamu?”
“Kurma!”

Joni dan ayahnya bangun
lalu menatap keluar jendela.
Ada sebatang pohon kurma
yang tengah lebat buahnya.
“Gusti Allah telah mendengar doa Bapake.”
“Emang Bapake doa apa?”
“Nyuwun diturunkan Roti Manna dari surga.
Eh, yang turun kurma.
Yo wis gapapa.
Hidup itu harus nerima.”
“Ya, kata orang Jawa khan..?”
Mereka tertawa sambil melangkah keluar
untuk memetik kurma,
secukupnya.

Bekasi, 22 Juli 2013
Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.692 pengikut lainnya

2 Comments on Sajak Sebiji Kurma Dibagi Dua

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: