Normantis Update

Sajak Gerobak Gembel Musiman (Manusia Gerobak)

Karya: Norman Adi Satria

SAJAK GEROBAK GEMBEL MUSIMAN
Karya: Norman Adi Satria

Telah datang gerobak-gerobak
berisi bayi yang menyusu ibu,
dua anak dekil menyanyi sendu,
dan satu ayah yang compang camping
menarik gerobak menyusuri
kota yang hening
ketika berpuasa.

Mereka entah dari mana.
Yang jelas, tiap hari makin banyak saja.
Mungkin mereka dari suatu tempat nun jauh.
Mungkin juga dari desa yang nun dekat.

Mungkin mereka miskin.
Mungkin pula mereka berakting miskin,
mengecoh kita yang terbiasa
memandang orang miskin harus dekil,
harus menengadah tangan.

Ingin aku bertanya,
tiadakah seorang pun pemberi
di tempat asalnya?
Apakah orang disana miskin semua,
hingga tak ada yang menjadi pemberi,
hanya peminta?
Hingga mereka harus datang ke kota,
menginap sementara di sekitar kita.
Mengharap kita hadir
membawa tanda cinta
berupa uang atau santapan berbuka.
Kemudian pulang ke kampungnya saat lebaran
sebagai orang yang mendadak kaya.

Lalu aku terkenang ucapan Yesus:
“Tiada satupun nabi yang dihargai di tempat asalnya.”
Hei, hei, hei,
tapi mereka bukan Nabi,
mereka orang yang minta dikasihani.
Atau bisa benar juga,
karena orang di tempat asalnya
tahu betul siapa mereka.

Kemudian aku terkenang salah satu teori marketing :
“Jemput bola.”
Ya, ya, ya.
Bisa saja mereka menghayati betul
teori marketing ini:
Jemput bola sedekah
di kota penuh berkah.

Dan kita sebagi pemberi
tak perlu resah.
Mereka realitas yang realistis.
Realitas bahwa mereka ada,
dan realistis jika mereka
menghampiri kita yang berada.

Bisakah kita menyingkap tabir kepura-puraan
dari penipu yang mencari kesempatan,
memanfaatkan sisi belas kasihan,
dan tuntutan kerohanian
yang ingin kita jalankan?

Tidak, tidak.
Bila kita terus curiga.
Kita akan selalu gagal berderma.
Maka berikanlah kelebihan kita
kepada yang meminta
dengan tangan kanan,
dan tangan kiri tak perlu tahu
kita memberi berapa
atau kepada siapa.

Bekasi, 21 Juli 2013
Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.767 pengikut lainnya

3 Comments on Sajak Gerobak Gembel Musiman (Manusia Gerobak)

  1. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Telah datang gerobak-gerobak
    berisi bayi yang menyusu ibu,
    dua anak dekil menyanyi sendu,
    dan satu ayah yang compang camping
    menarik gerobak menyusuri
    kota yang hening
    ketika berpuasa.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: