Normantis Update

Puisi Duka Yang Paling Duka (Kisah sedih anak keterbelakangan mental yatim piatu)

Karya: Norman Adi Satria

Puisi Duka Yang Paling Duka - Norman Adi Satria

DUKA YANG PALING DUKA
Karya: Norman Adi Satria

Aroma kembang dan kapur barus.
Dua lilin mengapit sebuah figura.
Satu peti di ruang tengah.
Satu per satu tangan menabur bunga.
Suara doa dipanjatkan diiringi tangis kerinduan.

Para pelayat tak pernah seduka ini.
Melihat seorang janda mati,
meninggalkan seorang anak
dengan keterbelakangan mental
yang akan hidup seorang diri.

Pastor berkotbah
tentang debu kembali ke debu.
Bahwa kematian adalah
awal kehidupan yang baru.

Sanak keluarga tak ada yang datang,
hanya anaknya seorang.
Pastor memegang pundak anak itu,
menyodorkannya pengeras suara.
Bocah dua belas tahun
yang lambat berkembang kejiwaannya
diminta bicara mewakili keluarga.

Para pelayat gugup,
getir menyelimuti hati,
entah apa yang akan dikatakan anak itu nanti.
“Bicaralah, Nak. Tentang ibumu.”
kata Pastor kepada anak itu.

Anak itu melihat wajah pucat ibunya,
dan mulai berkata:
“Waktu aku kecil, Ibu selalu mengupaskanku kuaci.
Katanya aku harus belajar untuk mengupas sendiri.
Aku belajar. Aku belajar lagi.
Sekarang aku bisa mengupas kuaci sendiri.”

Seluruh pelayat berlinang air mata.
Pastor mengusap kepala anak itu
yang kembali bicara:
“Ibu juga pernah bilang,
setiap orang yang hidup pasti akan mati.
Dan aku harus belajar untuk bisa melakukan apapun sendiri.”

Bekasi, 30 Juli 2013
Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.754 pengikut lainnya

2 Comments on Puisi Duka Yang Paling Duka (Kisah sedih anak keterbelakangan mental yatim piatu)

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: