Iklan
Normantis Update

Puisi Tentang Ayah: Di Suatu Dahulu

Karya: Norman Adi Satria

PUISI DI SUATU DAHULU
Karya: Norman Adi Satria

Rumah masa kecilku
yang ada di suatu dahulu
hanya berdinding anyaman bambu.

Agar tampak kuat,
Ayah menempelkan kertas bekas
dengan lem dari tepung kanji
dan melaburnya dengan kapur.
Bila hujan datang semuanya luntur.

“Ayah, luntur.”
“Tak apa, Nak. Lekas tidur.”
Ayah sepanjang malam mengumpulkan lap gombal
untuk menambal,
jangan sampai air hujan
merembes ke kasur
agar aku tetap lelap tertidur.

Suatu hari aku minta dibelikan air mancur,
agar mandiku tak usah mengguyur.
“Ayah, di kamar mandi orang kaya ada air mancur,
mereka tak usah gebyur-gebyur.
Tinggal putar kran langsung cur.”
Ayah hanya menghela napas,
mungkin pintaku tak terukur,
ia hanya seorang tukang cukur.

Namun sorenya aku melihat air mancur di kamar mandiku.
Ayah membuatnya dari botol bekas
yang ia lubangi kecil-kecil di bawahnya.
Airnya dari ember yang terus ia isi air dari timba
dari sumur tetangga
dan mengalir melalui selang.
Aku mandi dengan senang
berasa seperti orang kaya.

“Nak, untuk mandi seperti ini
kita tak perlu jadi orang kaya,
jadilah orang yang mampu melakukan apapun
dalam keterbatasan yang ada.”
katanya
sembari terus menimba
di suatu dahulu kala.

Bekasi, 10 Juli 2013
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 5.019 pengikut lainnya

4 Comments on Puisi Tentang Ayah: Di Suatu Dahulu

  1. Reblogged this on standupuisi and commented:

    “Nak, untuk mandi seperti ini
    kita tak perlu jadi orang kaya,
    jadilah orang yang mampu melakukan apapun
    dalam keterbatasan yang ada.”

    Disukai oleh 1 orang

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Rumah masa kecilku
    yang ada di suatu dahulu
    hanya berdinding anyaman bambu.

    Agar tampak kuat,
    Ayah menempelkan kertas bekas
    dengan lem dari tepung kanji
    dan melaburnya dengan kapur.
    Bila hujan datang semuanya luntur.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Reblogged this on nontonpuisi.

    Disukai oleh 1 orang

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: