Normantis Update

Puisi Ketika Cinta Menghilang (Amnesia Cinta)

Karya: Norman Adi Satria

 

PUISI KETIKA CINTA MENGHILANG (Amnesia Cinta)
Karya : Norman Adi Satria

Dia memang tidak selingkuh,
berniat pun tidak.
Tak pernah terpikir
meski hanya untuk selintas.
Dia setia,
begitu setia.

Namun dia kehilangan cinta.
Getaran yang sama terhadap kekasihnya
di saat pertama
tak lagi ada.

Dia enggan mengungkapkannya.
Dia tahu bagaimana rasa yang akan dirasakan kekasihnya
jika dia jujur mengungkap kejujurannya.
Dia memilih diam,
daripada bicara dusta
ataupun bicara jujur yang akan menuai luka.

Dia lupa,
bicara, berkata, mengungkap rasa
tak hanya bisa melalui suara.
Kekasihnya membaca hilangnya cinta itu
melalui matanya.
Mata bicara lebih banyak daripada bibir.
Mata lebih jujur daripada lidah.
Mata mengabarkan berita tanpa sensor.

Di suatu senja
kekasihnya berkata:
“Matamu memberitahuku sesuatu.
Maukah kau memaksa
lidahmu untuk mengungkapnya
melalui bahasa?”

Dia memeluk kekasihnya
menangis sejadi-jadinya.
“Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.
Kau tahu, aku mencintaimu tanpa sebab,
dan kini aku kehilangan cinta itu
tanpa sebab pula.
Haruskah kita bertahan tanpa sebuah cinta?”

Kekasihnya menatap matanya
begitu dalam, dan berkata:
“Biarlah untuk kali ini
aku saja yang mencintaimu.
Cukuplah kau menerima,
tak perlu kau memberi.”

Ucapan kekasihnya mengoyak tabir lupa dalam hatinya,
memberedel amnesia cinta.
Getaran kembali terasa dalam lubuk jiwa,
lebih dahsyat dari sebuah cinta pertama.
“Kini aku memiliki alasan untuk mencintaimu.
Dan aku tak memiliki alasan untuk tak bertahan denganmu.”

Bekasi, 15 Juli 2013
Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.683 pengikut lainnya

4 Comments on Puisi Ketika Cinta Menghilang (Amnesia Cinta)

  1. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Dia enggan mengungkapkannya.
    Dia tahu bagaimana rasa yang akan dirasakan kekasihnya
    jika dia jujur mengungkap kejujurannya.
    Dia memilih diam,
    daripada bicara dusta
    ataupun bicara jujur yang akan menuai luka.

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Dia enggan mengungkapkannya.
    Dia tahu bagaimana rasa yang akan dirasakan kekasihnya
    jika dia jujur mengungkap kejujurannya.
    Dia memilih diam,
    daripada bicara dusta
    ataupun bicara jujur yang akan menuai luka.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: