Normantis Update

Puisi Surat Untuk Keberuntungan (Undian Mie Instan) – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

PUISI SURAT UNTUK KEBERUNTUNGAN
Karya : Norman Adi Satria

Matahari belum begitu terik
panasnya belum mampu menghitamkan kulit,
Ibu memintaku yang masih mungil
mengayuh sepeda kecil
mengantar dua puluh amplop surat
ke kantor pos terdekat.

“Nak, tolong antarkan ini.”
“Surat untuk siapa, Bu?”
“Untuk keberuntungan.”
“Lagi?”
“Ya.”

Ibu rutin mengirim surat untuk keberuntungan
satu amplop isinya lima bungkus kosong mi instan,
Ibu berharap mendapat sebuah jawaban:
satu buah rumah atau mobil karavan,
dia melihat iming-iming itu di iklan.

Sayang, surat Ibu tak pernah terbalaskan
meski tiap hari kami telah berkorban
pagi siang sore makan mi instan
yang bungkusnya akan dikirimkan.

Sembari berjualan es campur
Ibu menunggu di halaman depan,
siapa tahu ada rombongan
datang membawa kejutan.

Datang bergantian:
petugas TVRI menarik iuran
pegawai PLN menagih tunggakan
sales panci menawarkan kreditan

“Bu, keberuntungan belum datang?”
“Belum, Nak. Mungkin dia sibuk.”
“Sibuk mendatangi orang beruntung?”
“Ya, kok kamu pintar?”
“Aku khan anak Ibu, yang mungkin bukan orang beruntung.”
“Hahaha, bisa saja kamu, Nak.”
“Kata Ayah, bila keberuntungan tak datang…”
“Beralihlah menunggu harapan. Begitu khan kata Ayahmu?”
“Ya, harapan yang hanya kepada Tuhan, bukan mi instan.”

Aku melihat Ibu berairmata,
lap di bahunya dia gunakan untuk menghapusnya.
Sejak saat itu kami tidak lagi makan mi instan,
dan tak menunggu keberuntungan,
namun harapan
kepada Tuhan.

Bekasi, 22 Juni 2013
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,710 other followers

3 Comments on Puisi Surat Untuk Keberuntungan (Undian Mie Instan) – Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Matahari belum begitu terik
    panasnya belum mampu menghitamkan kulit,
    Ibu memintaku yang masih mungil
    mengayuh sepeda kecil
    mengantar dua puluh amplop surat
    ke kantor pos terdekat.

    Like

  2. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: