Iklan
Normantis Update

Mimpi di Negeri Korupsi – Puisi Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

MIMPI DI NEGERI KORUPSI
Karya: Norman Adi Satria

Ayahku bercerita
ada sebuah negeri
yang senang berbagi.
Sebakul cabai
dimakan ramai-ramai,
sama-sama kepedasan
muka mereka sama merah,
saat mulai mulas
mereka berbagi jamban.

Ada pula sebuah negeri
yang senang menyanyi.
Lagu rindu
terlantun suara merdu,
yang fals tetap boleh berlagu
karena semua toh pernah keliru.

Mereka tidak terdidik secara formal,
namun bukan berarti tidak intelektual.
Mereka belajar dari leluri
tentang hidup harus mengutamakan berbagi.

Usai bercerita
Ayah mengajakku
memandang negeriku
yang katanya kaya sedari dulu.

Kulihat koruptor sedang membagi-bagi hasil korupsi.
Dibelikannya rumah untuk istri keduanya.
“Nak, itu jatah makan kita pagi dan siang ini.”

Dibelikannya mobil mewah untuk selingkuhannya.
“Nak, itu jatah makan kita malam ini.”

Dibelikannya liontin dan gelang permata pada istri kerabatnya.
“Nak, itu jatahmu untuk bersekolah.”

Dibagikan sisanya pada rekan koalisi.
“Nak, itu jatah membeli kuburanku nanti.”

Aku menangis,
Ayah memelukku, erat.
“Nak, mari kita berbagi tangis dan mimpi.
Karena tak ada lagi cabai yang bisa kita makan,
karena tak ada lagi lagu yang bisa kita nyanyikan.”

Bekasi, 16 Juni 2013
Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.244 pengikut lainnya

6 Comments on Mimpi di Negeri Korupsi – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on standupuisi and commented:

    Ada pula sebuah negeri
    yang senang menyanyi.
    Lagu rindu
    terlantun suara merdu,
    yang fals tetap boleh berlagu
    karena semua toh pernah keliru.

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Ayahku bercerita,
    ada sebuah negeri
    yang senang berbagi.
    Sebakul cabai
    dimakan ramai-ramai,
    sama-sama kepedasan
    muka mereka sama merah,
    saat mulai mulas
    mereka berbagi jamban.

    Suka

  3. Teruslah berkarya bung !

    Suka

  4. Terima kasih, Bu Rini..

    Suka

  5. Saya slalu suka membaca karya anda.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: