Iklan
Normantis Update

Penjilat dan Penyindir

Penjilat dan Penyindir

Karena terus disindir,
akhirnya Penjilat itu jera juga.
Dia berhenti menjilat.
Tapi kok berganti mengulum?

“Bro, dunia yang memaksaku begini.
Janganlah kau protes.”
“Oke, tapi dunia juga yang memaksaku
terus membencimu, menyindirmu!”

“Khan lebih baik untung daripada rugi, Bro?
Apa untungnya kau terus menyindirku?”
“Memang tidak untung, tapi tidak rugi!”

“Aku Penjilat, kau Penyindir.
Sudahlah, kau yang buruk.”
“Eits, asal bicara kau!”

“Coba bandingkan:
Penjilat membuat yang terjilat nyaman dan nikmat,
Penyindir membuat yang disindir sakit dan merana.”
“Ah..”

Yang menyindir akhirnya kalah juga.
Kini ada dua penjilat disana.

(Bekasi, 14 Juni 2013)
Norman Adi Satria

Iklan

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.060 pengikut lainnya

3 Comments on Penjilat dan Penyindir

  1. Reblogged this on standupuisi and commented:

    “Khan lebih baik untung daripada rugi, Bro?
    Apa untungnya kau terus menyindirku?”
    “Memang tidak untung, tapi tidak rugi!”

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    Karena terus disindir,
    akhirnya Penjilat itu jera juga.
    Dia berhenti menjilat.
    Tapi kok berganti mengulum?

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: