Iklan
Normantis Update

Istri Seorang Penyair – Puisi Norman Adi Satria

ISTRI SEORANG PENYAIR
Karya : Norman Adi Satria

Seorang Penyair kaya raya hendak menceraikan istrinya yang begitu lembut namun tak pernah mengerti makna puisinya, syair-syairnya. Di depan pengadilan dengan angkuh dia berkata, “Saya akan memberikan apapun yang dia minta sebagai tambahan harta gono-gini.” Hakim yang bijak berkata, “Baik. Bila kau tak bisa memberi permintaannya, perceraianmu tak akan sah. Bisa dipahami?” Sang Penyair mengangguk.

“Apa yang kau minta?” tanya Hakim kepada Istri Penyair. “Hakim yang bijak, memang benar tuduhan suami saya bahwa saya tak mengerti satupun makna dari puisinya, namun saya mengerti semua puisinya, syair-syairnya, terinspirasi dari dan karena saya. Saya tak butuh serupiah pun, namun saya minta dia mengembalikan semua inspirasi yang dia ambil dari saya untuk menggubah puisinya.” jawab Istri Penyair dengan berlinang air mata.

Pengadilan sejenak hening. Kemudian terdengar tangis parau Sang Penyair menyesali niat untuk menceraikan istrinya. Perceraian seketika batal.

Bekasi, 28 April 2013 
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.757 pengikut lainnya

5 Comments on Istri Seorang Penyair – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Seorang Penyair kaya raya hendak menceraikan istrinya yang begitu lembut namun tak pernah mengerti makna puisinya, syair-syairnya. Di depan pengadilan dengan angkuh dia berkata, “Saya akan memberikan apapun yang dia minta sebagai tambahan harta gono-gini.” Hakim yang bijak berkata, “Baik. Bila kau tak bisa memberi permintaannya, perceraianmu tak akan sah. Bisa dipahami?” Sang Penyair mengangguk.

    Suka

  2. Reblogged this on standupuisi and commented:

    Seorang Penyair kaya raya hendak menceraikan istrinya yang begitu lembut namun tak pernah mengerti makna puisinya, syair-syairnya. Di depan pengadilan dengan angkuh dia berkata, “Saya akan memberikan apapun yang dia minta sebagai tambahan harta gono-gini.”

    Suka

  3. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    “Hakim yang bijak, memang benar tuduhan suami saya bahwa saya tak mengerti satupun makna dari puisinya, namun saya mengerti semua puisinya, syair-syairnya, terinspirasi dari dan karena saya. Saya tak butuh serupiah pun, namun saya minta dia mengembalikan semua inspirasi yang dia ambil dari saya untuk menggubah puisinya.” jawab Istri Penyair dengan berlinang air mata.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: