Normantis Update

Gelembung, Ban, Paku, dan Aku – Puisi Norman Adi Satria

Gelembung, Ban, Paku, dan Aku - Puisi Norman Adi Satria

GELEMBUNG, BAN, PAKU, DAN AKU
Karya: Norman Adi Satria

Gelembung-gelembung tak hanya tercipta
dari sabun-sabun
di kamar mandimu
di kamar cucimu;
tapi juga dari lubang paku-paku
yang menggembosi ban-banku.

Lihat,
gelembung-gelembung hadir
di ember hitam milik Penambal,
lalu aku terkagum:
“Satu paku sembilan lubang..?”
“Ini masih sedikit, Bang, kemarin ada yang lima belas.”
kata Penambal sambil membuka kaleng lem.

“Jangan dilem dulu, aku masih ingin lihat gelembung-gelembung.”
“Ah, apa asyiknya melihat gelembung-gelembung itu?”
“Kau ingin tahu? Itu seasyik kau
menebar paku-paku di jalan, lalu kena sepeda motorku!”

Penambal itu mengelem dengan malu-malu.

Bekasi, 24 April 2013
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,704 other followers

4 Comments on Gelembung, Ban, Paku, dan Aku – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on standupuisi and commented:

    Gelembung-gelembung tak hanya tercipta
    dari sabun-sabun
    di kamar mandimu
    di kamar cucimu;
    tapi juga dari lubang paku-paku
    yang menggembosi ban-banku.

    Like

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    “Kau ingin tahu? Itu seasyik kau menebar paku-paku di jalan, lalu kena sepeda motorku!”

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: