Iklan
Normantis Update

Puisi dari Kartini – Norman Adi Satria

PUISI DARI KARTINI
Karya : Norman Adi Satria

Hindia tak pernah sunyi,
sedari raja memakan maja
hingga arok menusuk gandring;
sedari perahu sangkuriang tertangkub
hingga malin kundang terkutuk

Hindia tak pernah sepi
termasuk jiwaku dalam kurungan pingit;
selalu ada cacing-cacing menerowong dalam gelap,
itulah hasrat dari wanita yang lama tersingkir
dari peran kehidupan;
bahwa tangan wanita sesungguhnya tak hanya untuk memasak;
tubuhnya tak hanya untuk pemuas hasrat,
dan jiwanya tak hanya untuk menjadi budak,
termasuk menjadi budak dari kebodohan.

kutulis suratku ini kepada matahari,
kepada rembulan,
kepada lampu teplok,
kepada kunang-kunang,
kepada segala pemilik cahaya:
terangilah wanita,
atau berjanjilah
habis gelap ini terang akan terbit

Dan kusuratkan pemikiranku ini kepada segala kaumku:
bergeserlah sedikit
jangan takut
jangan lagi sembunyi
di balik bayangan lelaki.

Bekasi, 21 april 2013
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.723 pengikut lainnya

5 Comments on Puisi dari Kartini – Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on standupuisi and commented:

    Hindia tak pernah sepi
    termasuk jiwaku dalam kurungan pingit;
    selalu ada cacing-cacing menerowong dalam gelap,
    itulah hasrat dari wanita yang lama tersingkir
    dari peran kehidupan;

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    kutulis suratku ini kepada matahari,
    kepada rembulan,
    kepada lampu teplok,
    kepada kunang-kunang,
    kepada segala pemilik cahaya:
    terangilah wanita,
    atau berjanjilah
    habis gelap ini terang akan terbit

    Suka

  3. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Ini puisi buat kita semua kaum hawa.

    bergeserlah sedikit
    jangan takut
    jangan lagi sembunyi
    di balik bayangan lelaki.

    Suka

  4. lagi nyari inspirasi buat seleksi lomba cipta puisi besok temanya…. bingung setengah mati harus lihat darimana….. ini puisi keren banget….. satu lagi “sisi lain” emansipasi wanita….
    terima kasih…. blognya bagus… tulisan-tulisan anda sangat bagus…..

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: