Normantis Update

Sajak Tuhan di Warteg

tuhan di warteg

Sajak Tuhan di Warteg – Norman Adi Satria

SAJAK TUHAN DI WARTEG
Karya : Norman Adi Satria

Beberapa hari lalu
Tuhan menraktir saya di warteg.
Dia melihat saya lahap,
saya lapar,
lalu tersedak,
duri ikan nyangkut di tenggorokan.

Dia menyodori segelas teh hangat,
dan saya makan lagi.
“Tambah nasinya, lauknya jangan.” kata-Nya.
Saya melirik sambil mengambil nasi,
saya makan lagi.

Seusai makan,
kami berjalan pulang,
melewati orang-orang jalanan
yang makan nasi tanpa lauk.
Saya kira Tuhan akan memberi lauk yang tersisa tadi,
tidak,
Dia merobek lengan-Nya sendiri
dan menjadikannya lauk untuk mereka.

“Tuhan, masih ada lauk di bungkusan. Tak perlu Kau robek tubuh-Mu sebagai lauk bagi mereka.”
“Segala lauk hanya akan mengenyangkan sementara. Mereka perlu kekenyangan abadi.”

Benar,
sampai di rumah saya lapar lagi.
Dan Tuhan akan lama tak datang,
Dia banyak urusan,
saya makan di warteg sendiri.

Bekasi, 24 Maret 2013
Kumpulan Puisi Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.767 pengikut lainnya

3 Comments on Sajak Tuhan di Warteg

  1. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    “Tuhan, masih ada lauk di bungkusan. Tak perlu Kau robek tubuh-Mu sebagai lauk bagi mereka.”
    “Segala lauk hanya akan mengenyangkan sementara. Mereka perlu kekenyangan abadi.”

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: