Normantis Update

Mr.X dan Norman (Part 3) – Karya Sastra dan Soal “Menggurui”

Karya: Norman Adi Satria

MR. X DAN NORMAN (PART 3) – KARYA SASTRA DAN SOAL “MENGGURUI”

Mr. X : (Tampak sibuk membaca catatannya)
Norman : Cieee.. Udah nggak ngupil lagi nih, yee.. Ini kopi yang sudah ditambah gula, Mr. X. Monggo dinikmati.

Mr. X : Jangan keras-keras kenapa Mas, ngomong ngupilnya! Malu kalau didengar orang (sambil menyeruput kopi). Wahh, ini baru kopi, Mas. Walau masih pahit, tapi paling tidak terasa sedikit manis.
Norman : Iyo.. Ini sekalian kacangnya dimakan, Mr. X.

Mr. X : Iya, makasih. Kayaknya sambil ngopi dan makan kacang kulit seperti ini, kita enaknya ngobrol yang lebih santai, Mas. Maksud saya jangan melulu soal “teori”.
Norman : Ya, saya tergantung pertanyaan Anda saja, Mr. X.  Saya tinggal menjawab.

Mr. X : Sebenarnya tadi pertanyaan ini belum ada di catatan saya, barusan saja saya tambahkan (sambil mengunyah kacang). Karya sastra apa yang paling Mas kagumi?
Norman : Yang “paling”, berarti hanya satu, ya? Alkitab!

Mr. X : (Tersedak kacang, dan batuk-batuk, lalu meneguk kopi) Sebentar, sebentar. Alkitab??? Mas bilang kitab suci itu sebuah karya sastra??? Jarang yang berani bilang begitu lho, Mas.
Norman : Lalu, Alkitab tidak layak disebut karya sastra, begitu?

Mr. X : Bukan begitu, Mas. Tapi tentu sebagai seorang penulis dan pernah kuliah jurusan Sastra Inggris, Anda tahu bahwa sebuah karya sastra itu layak dan sah-sah saja untuk “dikritik”? Jadi, menurut Anda Alkitab itu layak dan sah-sah saja untuk dikritik?
Norman : Mr. X, sebelum saya menjawab apakah Alkitab itu layak dan sah-sah saja untuk dikritik, sudah lebih dulu sejak ribuan tahun lalu kitab suci ini dikritik, dihina, dan diperdebatkan.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

4 Comments on Mr.X dan Norman (Part 3) – Karya Sastra dan Soal “Menggurui”

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Ya, saya rasa dalam buku itu cukup jelas diterangkan, bahwa untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa, kita harus menjunjung tinggi “TOLERANSI”. Sayangnya, materi pelajaran budi pekerti seperti ini hanya dimasukkan di dalam kurikulum sekolah sebatas Sekolah Dasar saja. Akhirnya yang terjadi, setelah masuk SMP dan seterusnya hingga dewasa, pelajaran “penting” itu terlupa.

    Like

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Bukan begitu, Mas. Tapi tentu sebagai seorang penulis dan pernah kuliah jurusan Sastra Inggris, Anda tahu bahwa sebuah karya sastra itu layak dan sah-sah saja untuk “dikritik”? Jadi, menurut Anda Alkitab itu layak dan sah-sah saja untuk dikritik?

    Like

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Mr. X, sebelum saya menjawab apakah Alkitab itu layak dan sah-sah saja untuk dikritik, sudah lebih dulu sejak ribuan tahun lalu kitab suci ini dikritik, dihina, dan diperdebatkan.

    Like

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: